Pecahkan Rekor MURI, Jajaran Pemasyarakatan Lampung Ikuti Tari Kolosal Indonesia Bekerja

1
20
Pecahkan Rekor MURI, Jajaran Pemasyarakatan Lampung Ikuti Tari Kolosal Indonesia Bekerja

Lampung, NAWACITA – Jajaran Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, turut melaksanakan kegiatan Tari Kolosal “Indonesia Bekerja Indonesia Jaya” secara serentak oleh tiga unsur pemasyarakatan (Petugas Pemasyarakatan, Warga Binaan Pemasyarakatan, dan Masyarakat) yang dilaksanakan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia dan diupayakan untuk mendapat rekor MURI.

Dalam laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Ditjen PAS, Dodot Adi Koeswanto menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara serentak dan melalui media teleconference serta di relay ke seluruh UPT Pemasyarakatan menggunakan aplikasi Zoom ini diikuti lebih kurang 200.000 orang peserta, Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tari kolosal ini pertama adalah meningkatkan rasa nasionalisme petugas Pemasyarakatan, Warga Binaan Pemasyarakatan, dan Masyarakat. Kedua dalam rangka mempublikasikan hasil pembinaan kepribadian dan kemandirian warga biaan pemasyarakatan. Ketiga, berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 dan mendukung progran-program Presiden RI yaitu Indonesia Bekerja. Kegiatan ini dalam rangka memecahkan rekor MURI tahun 2019. Di tingkat pusat kegiatan dilaksanakan di Lapas Kelas I Tangerang.

Baca Juga: Sukseskan Rekor MURI, Napi Lapas Gunung Sugih ikuti tari kolosal Indonesia Bekerja

Menurut Direktur Jendral Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dalam sambutannya menyampaikan bahwa  kegiatan bertema Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya ini sebagai wujud dan bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

“Tari Kolosal Indonesia Bekerja merupakan salah satu bentuk ekspresi WBP dan petugas pemasyarakatan bahwa WBP selama menjalani pidana hilang kemerdekaan juga tetap belajar, bekerja, dan berkarya di bawah bimbingan petugas pemasyarakatan,” ujar Utami.

Baca Juga: Bapas Kelas II Pontianak Sukseskan Kegiatan Rekor Muri Tari Kolosal 

Selain itu, lanjut Utami, kegiatan tersebut juga suatu bentuk dedikasi terhadap pembinaan WBP. Ia menyebutkan pihaknya ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa WBP tetap memiliki kreativitas yang tak terbatas meski dalam memiliki keterbatasan ruang gerak.

“Tari Indonesia Bekerja ini memang menjadi salah satu pembinaan kepribadian bagi WBP. Kegiatan tersebut tidak hanya mengasah skill mereka di bidang kesenian dan kebudayaan, Gerakan tari kolosal tersebut dibuat oleh WBP yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Jakarta Timur.

Baca Juga: Warga Binaan dan Petugas Rutan Kelas I Bandung Suskeskan Rekor Muri Tari Kolosal

“Di dalam lapas banyak sekali sumber daya manusia yang sangat potensial. Jumlah WBP yang besar dengan potensi yang sangat besar itu dapat diberdayakan untuk pembangunan bangsa. Masih banyak yang telah dan akan terus kami lakukan untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: Tari Kolosal “Indonesia Bekerja Indonesia Jaya” Untuk Pemecahan Rekor MURI

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Edi Kurniadi beserta pejabat Administrasi dan staf Divisi Pemasyarakatan turut ambil bagian mengikuti Tari Kolosal Indonesia Bekerja di Bapas Kelas II Bandar Lampung yang dipimpin Kepala Bapas Kelas IIA Bandar Lampung, Ike Rahmawati.

Kegiatan ini juga turut diikuti oleh seluruh jajaran Pemasyarakatan di Propinsi Lampung.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan