Partai Golkar Menilai Gerakan #2019Ganti Presiden Bagian Kampanye Pilpres 2019

0
44
Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Partai Golkar menganggap gerakan Deklarasi  #2019GantiPresiden sebagai langkah untuk mencuri start sebelum kampanye Pilpres 2019.

Penolakan deklarasi #2019GantiPresiden dibeberapa daerah merupakan wujud kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban menuju Pemilu.

“Kami tak khawatir dengan gerakan #2019GantiPresiden. Itu kan cara mereka untuk mencuri start kampanye dengan tidak menyebut siapa yang mereka dukung sebagai capres,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (27/8).

Ace menyebut indikasi tujuan gerakan tersebut sudah jelas sebagai bahan kampanye. Mengingat para penggeraknya adalah politikus dari partai oposisi yang mendukung Prabowo Subianto.

“Penggeraknya sudah tahu siapa dan dari partai mana serta selama ini mendukung capres siapa. Toh konfigurasi capres-nya hanya dua pasangan. Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” tutur Ace.

Soal penolakan deklarasi #2019GantiPresiden, Ace menilai seharusnya para aktivis gerakan itu tak perlu kecewa. Sebab yang punya aspirasi bukan hanya kelompok oposisi, tapi juga para pendukung Presiden Joko Widodo yang ingin Jokowi bisa menjabat dua periode.

“Para penggerak gerakan ganti Presiden 2019 jangan merasa kecewa jika ada pihak-pihak yang menolak gerakan itu. Itu juga bagian dari spontanitas masyarakat yang tidak suka dengan gerakan itu,” kata Ace.

“Masa hanya mereka saja yang boleh menggerakkan masyarakat, sementara yang pro-Jokowi tidak boleh menyampaikan aspirasi sebaliknya,” tambah Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Ace berharap kegiatan yang berbau kampanye dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Masa kampanye pasangan capres-cawapres akan dimulai usai penetapan calon di Pilpres 2019 pada 20 September mendatang.

“Jika mau fair, sebaiknya kita menunggu waktu yang telah ditentukan KPU untuk kampanye. Kita sama-sama beradu konsep dalam ruang kampanye yang kita sepakati bersama,” sebut Ace.

 

 

(Red: Ibnu, sumber dtk)

Tinggalkan Balasan