Panglima TNI: Beda Pilihan Jangan Korbankan NKRI

0
39

Jakarta NAWACITA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI menjamin keamanan rakyat pada pelaksanaan pemilu 2019. Selain itu, Panglima juga menegaskan TNI berkomitmen menjaga netralitas.

Hal tersebut ditegaskan Panglima saat menghadiri acara doa bersama dengan para tokoh lintas agama menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019 yang dihelat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/4).

“Dalam pemilu ini, TNI berkomitmen dengan netralitasnya dan TNI menjamin keamanan rakyat untuk menyalurkan hak pilihannya, tetapi TNI hanyalah bagian dari rakyat dan rakyat secara luas yang sesungguhnya menentukan keberhasilan Pemilu 2019,” kata Hadi, Senin (15/4).

Hadi mengajak masyarakat menyukseskan pemilu.

“Tugas kita untuk mengisi kemerdekaan sehingga negara ini menjadi negara yang jaya. Salah satu bentuknya adalah menyukseskan Pemilu 2019,” ujarnya.

Diakui Panglima, bahwa pada pesta demokrasi, pasti ada perbedaan pandangan dan perbedaan pilihan. Namun dia mengingatkan untuk tidak mengorbankan eksistensi negara karena perbedaan pilihan.

“Tidak dapat dimungkiri dalam pesta demokrasi ada perbedaan pandangan dan perbedaan pilihan, namun tentunya kita tidak berharap perbedaan pandangan dan perbedaan pilihan politik akan mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa, mengorbankan eksistensi NKRI yang sudah diperjuangkan selama ratusan tahun oleh pendahulu bangsa kita,” paparnya.

Hadi pun berharap Pemilu 2019 bisa menjadi inspirasi bagi dunia.

“Semoga Pemilu 2019 dapat menjadi inspirasi dunia internasional tentang pembangunan politik dan kedewasaan berdemokrasi masyarakat Indonesia,” kata Hadi.

Hadi mengatakan kegiatan doa lintas agama ini diharapkan bisa memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia menjelang Pemilu 2019. Dalam doa, ia berharap Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman, damai, dan lancar.

“Semoga kehadiran tokoh para agama bersama prajurit tidak hanya meningkatkan tali silaturahmi dan ikatan tali persaudaraan, tapi juga mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” harapnya.

Dikesempatan itu, Panglima juga mengingatkan tentang sejarah panjang kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan susah payah. Oleh karena itu ia menegaskan perbedaan pandangan dan pilihan politik jangan sampai memecah belah bangsa.

“Selama ratusan tahun kita terpecah belah dan diadu domba sehingga penjajah berkuasa. Barulah setelah Bapak Bangsa mencetuskan sumpah pemuda, persatuan dan kesatuan seluruh negeri mulai terbentuk,” ujar Hadi.

Sementara doa bersama lintas agama tersebut dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dan tokoh agama Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Acara diikuti ribuan prajurit, Pegawai Negeri Sipil TNI, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Tinggalkan Balasan