Pabrik Petrokomia Terbesar Kedua Di Indonesia Diresmikan Menperin Airlangga

0
57
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pembangunan kompleks petrokimia milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI). (Foto: Lpt6)

Banten, NAWACITA– Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto  membuka groundbreaking pabrik petrokimia terbesar kedua di Indonesia di Kota Cilegon,  Banten.

Pabrik ini merupakan realisasi dari kerja sama investasi antara pemerintah Korea Selatan dan Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Dalam keteraganya, Airlangga menuturkan pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia sebagai wujud memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor hulu sampai hilir. Komoditas dari produksi industri ini sangat diperlukan untuk membantu kebutuhan bahan baku industri dalam negeri seperti industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan produk elektronika.

“Industri petrokimia sama pentingnya seperti industri baja, sebagai mother of industry. Untuk itu, kita perlu menjaga situasi lingkungan dan iklim usaha yang stabil agar proyek ini berhasil terlaksana dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan,” ujar dia pada acara Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangunan Komplek Petrokimia PT LCI di Cilegon, Banten, Jumat (7/12).

Berdasarkan karakteristiknya, lanjut dia, industri petrokimia dikategorikan sebagai jenis sektor manufaktur yang padat modal, padat teknologi dan lahap energi sehingga perlu mendapat perhatian khsusus dari pemerintah untuk langkah pengembangan yang berkelanjutan.

“Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, telah ditetapkan industri kimia menjadi salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0,” kata dia.

Pabrik dengan luas area 100 hektare ini memiliki total kapasitas produksi naphta cracker sebanyak 2 juta ton per tahun. Bahan baku itu selanjutnya diolah untuk menghasilkan 1 juta ton ethylene, 520 ribu ton propylene, 400 ribu ton polypropylene dan produk turunan lainnya yang juga bernilai tambah tinggi.

Produksi PT Lotte Chemical Indonesia tersebut untuk memenuhi permintaan domestik maupun global. Dalam proyek pembangunan infrastukturnya, diproyeksi menyerap tenaga kerja langsung hingga 1.500 orang dan dengan tenaga kerja tidak langsung bisa mencapai 4.000 orang pada periode 2019-2023.

“Langkah ini seiring arahan Bapak Presiden Jokowi untuk terus menggenjot investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. Upaya ini diyakini meningkatkan perekonomian kita secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan karena berorientasi ekspor,” ungkap dia.

Sementara itu, Chairman Lotte Group Shin Dong Bin menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk turut membantu Indonesia agar perekonomiannya mampu melompat jauh. Untuk itu, melalui investasi ini akan menjadi sejarah dalam upaya menumbuhkan industri petrokomia yang berdaya saing global.

“Semoga proyek kami yang terintegrasi ini bisa menjadi percontohan. Apalagi dengan adanya industri kilang olefin. Selain itu, produk kami dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mengurangi impor senilai Rp15 triliun,” tandas dia.

 

 

(Red: Juan, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan