Oleh : Moch Isa Fatoni S.Kep.SH.

Pandemi covid 19 yang ada di negara Indonesia sejak tahun 2020 membuat semua masyarakat Indonesia menjadi terganggu dalam bersosialisasi antar manusia satu dengan manusia yang lain dengan mengunakan prokes yang telah dicanangkan oleh pemerintah antara lain yaitu social distancing sesuai dengan Surat Edaran nomer 19 tahun 2021,Tentang Pembentukan dan optimalisasi Satuan Tugas Protokol Kesehatan Memakai masker, Menjaga jarak , dan Mencuci tangan Fsilitas Publik Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 ( Covid 19 ).

Dengan keterbatasan sosial tersebut maka agar tetap terjalin sosialisasi antar sesama dengan mengunakan digitalisasi online. Banyak hal yang mengunakan digitalisasi online yang dilakukan oleh masyarakat selama pandemi covid 19 untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari maupun dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan serta dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Dari hal tersebut tanpa kita sadari telah merubah sudut pandang dan cara berpikir kita dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Serta tanpa kita sadari telah merubah budaya kita untuk menggunakan digital dalam melakukan aktivitas sehari – hari. Baik dalam bekerja, belanja, bepergian, maupun dalam memberi dan mendapatkan pelayanan di bidang kesehatan.

Selain sisi buruk yang kita dapat dari pandemi covid 19, ternyata kita juga mendapatkan sisi baik yang membuat budaya baru bagi masyarakat yaitu dengan membiasakan mengunakan digital secara online, dan hal itu sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Digitalisasi di bidang pelayanan kesehatan terutama dalam hal administrasi sangatlah efektif dan efisien dalam memangkas lamanya birokrasi dalam pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun di Rumahsakit. Dengan adanya layanan digitalisasi tersebut maka pelayanan kesehatan terutama dalam hal administrasi menjadi lebih efektif dan efisien serta lebih tepat guna dan berdaya guna.

Baca juga :  Vaksin Covid - 19 Ditemukan, Imunisasi Massal Akan di Lakukan

Salah satu contoh adalah pelayanan digitalisasi dalam pendaftaran kunjungan pasien ke puskesmas maupun ke rumah sakit secara online. Dengan adanya pendaftaran digitalisasi secara online kunjungan pasien ke Puskesmas maupun ke Rumahsakit tidak perlu antri yang sangat Panjang dalam mendaftarkan kunjungan agar dapat pelayanan di fasilitas kesehatan yang dituju. Dengan digitalisasi online terhadap anamnesa dan riwayat sakit pasien maka akan mempermudah tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan dan pengobatan kepada pasien serta juga menggurangi anamnesa berulang kepada pasien yang mengakibatkan lamanya penangganan terhadap sakit pasien.

Pendaftaran anggota BPJS secara online

Saat ini kepesertaan dalam anggota BPJS Kesehatan adalah wajib yang artinya seluruh warga negara Indonesia wajib menjadi peserta, sesuai dengan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang mengamanatkan bahwa setiap Warga Negara Indonesia wajib mengikuti program BPJS. Pendaftaran BPJS Kesehatan secara online akan mempermudah bagi para calon anggota atau peserta yang akan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan baru, dan tidak perlu mengantri dan datang ke kantor BPJS.

BPJS Kesehatan merupakan jaminan sosial yang dikelola oleh pemerintah dengan tujuan agar bisa di manfaatkan oleh masyarakat guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik. Setelah menjadi peserta BPJS Kesehatan maka masyarakat hanya perlu membayar iuran bulanannya berdasarkan kelas layanan yang dipilih. Sementara bagi masyarakat byang tidak mampu iurannya akan ditanggung oleh pemerintah melalui skema bantuan sosial. Jika sudah mendaftar BPJS Kesehatan secara online dan melakukan pembayaran , maka peserta sudah resmi terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Adapun cara dan syarat pendaftaran peserta BPJS Kesehatan secara online melalui Mobile JKN dikutip dari Kompas.com.01 maret 2022 adalah sebagai berikut :

  1. Buka aplikasi JKN Mobile lalu klik Daftar.
  2. Pilih pendaftaran peserta baru
  3. Baca ketentuan pendaftaran lalu klik Setuju.
  4. Masukkan NIKKTP, ketik kode captcha,( halaman akan menampilkan daftar data keluarga dan calon peserta BPJS Kesehatan ).
  5. Isi data diri dan klik selanjutnya
  6. Pilih fasilitas kesehatan ( faskes )yang diinginkan
  7. Masukkan alamat email yang aktif lalu tekan simpan.
  8. Kode verifikasi akan dikirimkan melalui alamat email yang didaftarkan
  9. Cek email yang masuk dan salin kode verifikasi ke aplikasi JKN Mobile
  10. Peserta akan mendapatkan virtuak account untuk pembayaran premi
  11. Pembayaran iuran bisa dibayarkan melalui e-commerce, mobile banking, ATM, Kantor pos, atau di berbagai Minimarket.
Baca juga :  BPJS Kesehatan Goes To Kanwil Kemenkumham Jabar

Kartu BPJS Kesehatan bisa dicetak untuk menjadi kartu fisik atau tetap menggunakan kartu digital setiap kali berobat di fasilitas kesehatan. Dengan kartu digital akan mengurangi resiko rusak nya kartu fisik dan tidak perlu membawa kartu fisik , hanya dengan menunjukkan kartu digital saja maka peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan kelas layanan yang dipilih.

Adapun pembayaran iuran BPJS Kesehatan dibayarkan paling lama tanggal 10 setiap bulannya. Iuran dibayarkan sesuai dengan kelas yang dipilih. Adapun gambaran besaran iuran BPJS Kesehatan sesuai kelas di tahun 2022 antara lain :

  1. BPJS Kesehatan kelas 1 sebesar Rp.150.000
  2. BPJS Kesehatan kelas II sebesar Rp. 100.000
  3. BPJS Kesehatan kelas III sebesar Rp. 35.000
Moch Isa Fatoni S.Kep.SH., seorang ASN dan sebagai Mahasiswa aktif Magister Hukum Konsentrasi Kesehatan di Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah Surabaya

Digitalisasi online adalah sebuah budaya baru yang kita peroleh dari pandemi covid 19, sekaligus menjadikan digitalisasi online sebagai solusi untuk memangkas lamanya birokrasi terutama dibidang administrasi dalam pelayanan kesehatan.

Dengan digitalisasi online dibidang kunjungan pelayanan kesehatan ( pendaftaran kunjungan ) baik puskesmas maupun rumahsakit maka akan mengurangi antrian dan menumpuknya pasien di pendaftaran, sekaligus juga termasuk pengendalian infeksi yang menjadi syarat akreditasi rumahsakit.

Dengan digitalisasi online tentang data riwayat sakit pasien maka akan membantu mempermudah dokter dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan pengobatan serta pelayanan kesehatan kepada pasien, serta memangkas lamanya anamnesa yang berulang dari tenaga medik dan tenaga kesehatan terhadap pasien yang mengakibatkan lamanya pasien mendapat pelayanan kesehatan guna kesembuhan.

Dengan digitalisasi online juga akan mempermudah komunikasi antar tenaga medik dan tenaga kesehatan lain guna memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Dengan digitalisasi online akan mengurangi cost untuk kertas dan ruang penyimpanan data – data pasien dan data yang lainnya.

Baca juga :  AHOK mungkin "Kelas Glodok", Tapi Tidak "Segoblok RR"

Dari pemaparan diatas maka menurut penulis solusi untuk memangkas birokrasi pelayanan kesehatan adalah dengan diberlakukannya system digitalisasi online terhadap semua layanan kesehatan .

Kendala yang sering terjadi dalam penerapan digitalisasi adalah :

  1. Dari faktor Manusia ( sumber daya manusia ) yaitu kurangnya pengetahuan tentang IT ( Ilmu Tehnologi )
  2. Dari faktor Money ( anggaran dana ) yaitu kurangnya atau ketidak cukupan anggaran dana untuk membeli alat ( computer )
  3. Dari faktor Material ( barang / alat ) yaitu ketidakadanya ketersediaan alat ( computer ) dan juga tempat yang memadai .
  4. Dari faktor Metode yaitu kurang bagusnya system atau metode dalam melakukan digitalisasi.
  5. Dari faktor Market ( pemasaran / sosialisasi ) kurangnya sosialisasi tentang penggunaan alat, system, metode yang dipakai dalam melakukan digitalisasi.

Moch Isa Fatoni S.Kep.SH., adalah seorang ASN dan sebagai Mahasiswa aktif Magister Hukum Konsentrasi Kesehatan di Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah Surabaya. (red/BNW)