Machfud Arifin di Mata Gunawan, S.Th

0
351
Gunawan dan Machfud Arifin

Surabaya NAWACITAPOST – Jujur, saya belajar banyak dari Machfud Arifin mengenai KeKristenan, padahal Beliau bukan orang Kristen sedangkan saya adalah Rohaniawan Kristen. ” Sungguh jadi malu saya nya malahan,” ujar Gunawan, Minggu (6/12/20) saat bertemu dengan wartawan media ini.

Ia menambahkan, Machfud Arifin berulangkali berkata kepada Tim Pemenangan MA bahkan di hadapan para Pemuka Agama (salah satunya di hadapan Pengurus Inti BAMAG waktu itu) agar Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan, balaslah Kejahatan dengan Kebaikan, ujar Gunawan menirukan Machfud Arifin, calon yang didukungnya di Pilwali ini.

” Beliau sering berkata bahwa Awalilah sesuatu dengan Doa, Kerjakan apa yang sudah kamu Doakan, lalu Pasrahkan hasil yang sudah kamu Kerjakan dan Doakan itu kepada Tuhan. Hal ini selaras dengan yang sering saya kotbahkan bahwa Berserah kepada Tuhan itu bukan hanya Diam Berdoa saja, Angkat Tangan, lalu Tunggu Miracle Happens. Tetapi Berserah adalah Berdoa, Berusaha, dan Pasrah,” lanjutnya.

Pada beberapa kesempatan, MA menurut Gunawan juga seringkali berkata bahwa dari sejak awal dirinya tidak ada niat sama sekali menjadi Walikota dan bahwa bila hingga hari ini Beliau sudah sampai sejauh ini, tentunya semua atas Kehendak Tuhan. ” Beliau berprinsip kalau Tuhan tidak berkehendak, tidak akan mungkin selembar rambut kita jatuh ke tanah. Demikian juga sebaliknya, bila Tuhan sudah buka jalan sampai sejauh ini, pak MA percaya bahwa apa yang sudah Tuhan buka, tidak akan ada satupun tangan manusia yang bisa menutup nya,” kata Gunawan.

Apa yang dikatakan pak MA itu kepada saya semua tercatat jelas di Alkitab. Meski bukan orang Kristen, tetapi ternyata Beliau lebih mengenal KeKristenan daripada orang-orang yang mengaku Kristen tetapi malah tidak mencerminkan KeKristenan itu sendiri.

Gunawan mengaku bersedih melihat orang-orang yang mengaku Kristen itu, Tanpa mengecek kebenaran suatu informasi, langsung main share, kirim Hoax, langsung tuduh, langsung bikin opini negatif dan yang lebih parah lagi langsung men-judge, menuduh seorang Machfud Arifin Pro Radikalisme.

” Pernahkah Anda yang men-judge memikirkan perasaan pak MA, bu Lita beserta anak dan seluruh keluarga besar nya saat mendengar tuduhan bahwa Pak MA Pro Radikalisme ? Bagaimana mungkin Pak MA yang mantan Kapolda tiga kali bisa dituduh mendukung Radikalisme ?”

Menurut Gunawan, pernyataan pak MA saat Debat kemarin sangat jelas bahwa NKRI adalah Harga Mati dan Keberagaman adalah Modal Dasar untuk membangun Kota Surabaya Lebih Maju lagi.

” Tentu saya lebih percaya Mantan Kapolda tiga kali pasti lebih bisa mengayomi keberagaman di Surabaya, pasti lebih bisa melindungi kebebasan beribadah seluruh warga Surabaya dan tentunya sebagai Mantan Kapolda tiga kali, Pak MA pasti bisa punya cara jitu untuk menangkal dan memerangi Radikalisme di bumi Surabaya,” tandas Gunawan. (BNW)