Ferdinand Hutahaen Akan Lawan AHY, Jika Rusak NKRI

0
446
Ferdinand Hutahaen

Jakarta, NAWACITAPOST – Suara Kritis Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen berlangsung gencar kepada Pemerintahan Jokowi, saat Partai Mercy Bintang Segi lima Biru ini di pimpin Presiden keenam, SBY. Tahun 2019 ikut pileg nasional pada daerah pemilihan Bogor, Jawa Barat. Hasilnya tak lolos.

KETIKA tampuk partai ini dipegang anak pertama SBY, Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono. Kritikannya berupa ucapan dan tulisannya kepada Jokowi perlahan mulai meredup. Pembelaan kepada Jokowi dimulai ketika  Omnibus Law atau Ciptaker ini  diketuk palu DPR menjadi UU.

Padahal Demokrat menolak. Sedangkan pribadinya tidak, Supaya ini tidak berkepanjangan dan mengganjal hatinya, dan juga membuat Partainya kesal. Melalui akun Twitternya @FerdinandHaean3, Minggu (11/10/2020) mundur dari Partai besutan SBY. Surat resminya besok (Senin, 12 Oktober 2020) ditujukan ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan membenarkan kabar mundurnya Ferdinand Hutahaean. Ternyata kabar Ferdidand Hutahaen mundur dibenarkan  Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan “Benar, beliau sudah menyatakannya melalui cuitan pribadi beliau di Twitter,” kata Ossy dilansir Antara.

Ossy menyampaikan terima kasih kepada Ferdinand atas pengabdiannya selama berjuang bersama di Partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Ossy juga menyampaikan semoga Ferdinand mendapatkan sukses yang sama dalam pengabdian yang baru di luar Partai Demokrat.

Menurut Ossy, Ferdinand Hutahaean sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro (Kabiro) di bawah Departemen Energi, Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi yang diketuai oleh Rusda Mahmud.

Terkait mundur Ferdinand dari Demokrat. Ruhut Sitompul sudah terlebih dahulu melakukannya dari partai urutan ke 7 dari 9 partai yang lolos ke Senayan (Pileg 2019). Memang, jika dicermati mundurnya Ferdinand ini selain beda pendapat tentang UU Ciptaker. Persoalan internalnya turut mempengaruhi juga.

Saat SBY berkuasa, pria berdarah batak ini selalu mendapat tempat terhormat dalam mewakili Demokrat dalam berbagai kesempatan. Media, undangan dari Partai lain, dan iven-iven lainnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dirinya.

Kesempatan itu terhenti, dan mulai diisi kader-kader baru yang dekat dengan AHY. Apalagi dirinya tak menyandang status Parlemen Senayan. Sebenarnya, hal itu bisa terbantahkan. Karena cukup banyak juga kader Demokrat yang tidak masuk sebagai anggota DPR, tapi diberi tempat khusus oleh AHY, Andi Arief (Wasekjen) misalnya.

Mungkin, selain persoalan internal juga. Ferdinand sadar bahwa Jokowi benar-benar membangun bagi seluruh daerah di Indonesia. Aceh, Sumatera Barat, dan NTB adalah suara Jokowi kalah telak dari Prabowo. Namun, ketiga daerah itu yang pembangunannya sangat pesat.

Ferdinand menegaskan bahwa setelah keluar dari Demokrat dirinya akan melawan perusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang dilakukan oleh sekelompok atau siapa saja orang yang berpolitik untuk kelompoknya.