Bongkar Bobrok Pertamina, Jokowi Tetap Mendukung Ahok

0
468

Jakarta, NAWACITAPOST –  Sudah kalah di Pilkada Jakarta 2017. Kemudian mendekam di penjara Mako Brimob, Depok. Dialami Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ketika keluar dari penjara dapat kado manis dari Presiden Jokowi melalui Menteri BUMN, Erick Thohir mendaulatnya sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina. Bergaji 170 juta rupiah sebulan belum tunjangan lainnya. Sebenarnya ayah dari Nicholas Purnama, Nathania Purnama, Daud Albeenner Purnama, dan Yosafat Abimanyu Purnama cukup diam saja  sudah cukup.

Baca Juga : Nilai Ahok Rasis, Fadli Zon Kadrun Gantikan Posisi Ahok?

Yang dilakukan malah membongkar keburukan manajemen Pertamina. Yang mana petinggi di anak perusahaan Pertamina mungkin di Pertamina juga, ketika tidak menjabat posisi penting, misalnya Direktur pasti gajinya turun atau menyesuaikan dengan jabatannya tersebut. Justru, malah  tetap menerima gaji dengan jabatan sebelumnya.

Bukan itu saja. Lobi-lobi jabatan direktur dan posisi penting lainnya di lingkup pertamina pun di bongkar Ahok.

Melalui Chanel You Tube-nya. Ahok mencak-mencak alias marah-marah. Petinggi Pertamina pun kebakaran jenggot. Sampai meminta maaf kepada khalayak. Dan memohon mantan Gubernur Jakarta tak perlu membeberkan aib perusahaan minyak ini ke  publik.

Elit politik pun geram. Andre Rosaide dan Fadli Zon meminta dan mendesak mantan Bupati Belitung Timur dipecat sebagai Komut pertamina. Namun, justru bongkar-bongkaran ala Ahok ini disukai dan digandrungi rakyat  banyak. Rakyat pun berduyun-duyun memberikan semangat kepada Ahok. Medsos dibanjiri dukungan kepada Ahok. Sepertinya tindakan Ahok ini sudah diinfokan ke Jokowi. Atau seijin Presiden, dan Jokowi pun mendukung.

Komisaris Utama Pertamina, Ahok (baju putih) sedang berbincang dengan Presiden Jokowi (baju merah)

Sebenarnya hal-hal buruk ditubuh Pertamina. Sudah jauh hari dicium Presiden Jokowi. Mulai dihapuskannya Petral sebagai akar masalah. Dimana, pertamina yang dipaksa membeli minyak melalui Petral dengan harga tinggi. Namun, rupanya penghapusan Petral hanya  berganti baju.

Maka ditempatkannya Ahok sebagai petinggi pengawas Pertamina. Langkah tepat, jitu dan cerdasnya Jokowi memberantas mafia minyak. Khususnya pejabat pertamina yang bisa diajak kerjasama dengan para oknum mafia minyak tersebut.

Orang pintar, baik, dan jujur di Pertamina begitu banyak. Yang kurang cuman eksekusinya. Tak berani tepatnya. Mereka itu lebih baik diam dan cari aman.

Makanya, ketika Ahok ramai diberitakan media mau masuk sebagai Komut pertamina, halangan dan gangguannya terus menerpanya.

Para elit Pertamina pun tak bisa menolak. Hanya bisa menerima kehadiran Ahok sebagai pengawas. Segala hal buruk tentang mereka,  disimpan dengan rapih.

Ironisnya, elit plat merah itu malah mengumumkan kepada publik bahwa kehadiran Ahok di Pertamina membuat Pendapatan perusahaan ini turun. Itu citra yang dibangun, Dengan harapan Ahok terdepak dan terlempar jauh dari Pertamina.Seperti yang dialaminya saat menjadi Gubernur Jakarta. Itu harapan elit perusahaan minyak plat merah kepada Ahok.

Namun, Perusahaan  Pertamina beda jauh dengan jabatan Gubernur Jakarta. Di pertamina Ahok ditunjuk  oleh Menteri BUMN sedangkan Gubernur dipilih langsung melalui Pilkada,