Musim Hujan Tidak Lama Lagi, Anies Hanya Siapkan TOA Jadi Solusi

0
86
Banjir di Sebuah Mall Jakarta, 2019.

Jakarta, NAWACITAPOST-Siapapun Gubernurnya warga yang tinggal di Jakarta, maupun yang sering berkunjung ke Jakarta setiap musim hujan pasti menghadapi masalah banjir.

Baca Juga :Bangun Museum Umat Di Lahan Reklamasi Cara Anies Redam Pendukungnya

Saat ini, menjelang musim hujan tiba. Memang intensitas belum terlalu tinggi, namun antisipasinya harus dilakukan dari sekarang. Bahkan perlu penanganan secara komprehensip untuk mengatasi masalah banjir tersebut

Lalu, apakah yang sudah dilaksanakan Anies Baswedan sebagai orang nomor satu Jakarta?  Alih-alih serius mengatasi banjir Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan malah mengijinkan kegiatan proyek reklamasi Teluk Jakarta termasuk Ancol dilaksanakan.

Padahal kita tahu bersama bahwa saat kampanye sebagai calon gubernur Jakarta proyek  tersebut  harus dihentikan (proyek tersebut adalah penyebab utama banjir) seperti yang disampaikan warga saat itu. Namun lain kata dan perbuatan, dilakukan suami dari Fery Farhati, S.Psi, M.S  dengan berbuat yang dulu ditolaknya malah di laksanakan.

Namun tak kehabisan akal cara Anies mengatasi banjir kali ini adalah. Yaitu Gubernur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada minggu kedua Januari 2020  malah mengusulkan anggaran Rp 4 miliar untuk pembelian enam alat TOA sebagai DWS.

DWSBerupa Toa untuk Mengatispasi Banjir yang diusulkan Gubernur Jakarta, Anies pada Januari 2020 seharga 4 Mi;ar Rupiah untuk 6 Set.

DWS merupakan sistem yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu Horn speaker buatan lokal (TOA, 4 unit speaker dalam 1 set) dengan harga Rp1.070.013 per set. Stasiun Ekspansi Peringatan Dini Bencana Transmisi Vhf Radio dengan harga Rp473.089.602 per set.

DWS ini merupakan alat berupa speaker jarak jauh yang berfungsi mengumumkan informasi kepada masyarakat pada daerah rawan banjir yang dibunyikan saat pintu air alirannya siaga 3,  ujar Kepala Pusat Data dan Informasi, Muhammad Ridwan.

Salah satu hal yang akan diterapkan baru, bila ada kabar (akan banjir), maka pemberitahuannya akan langsung ke warga,”kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada awal Januari 2020..

Caranya, kelurahan bukan ke RW, RT, tapi langsung ke masyarakat berkeliling dengan membawa toa (pengeras suara) untuk memberitahu semuanya, termasuk sirine

Berkaitan dengan masalah banjir Jakarta. Survei Indo Barometer Jakarta yang dilakukan di bulan Januari  2020.

Seperti disampaikan Direktur Eksekutif Indo Baromter  M Qadari  pada Februari 2020 di sebuah hotel Jakarta, mengenai keberhasilan 3 Gubernur Jakarta mengatasi banjir Ahok sebesar 40 persen, lalu Jokowi 25 persen,  Anies Baswedan 4 persen.