Ahok Urus PSSI, Dipastikan Indonesia Juara Dunia

0
2014
Kantor Pusat PSSI

Jakarta, NAWACITAPOST-  Masih ingat dengan pasukan berbaju oranye dan pasukan biru di Jakarta.  Saat Gubernurnya Basuki Tjahaja Purnama biasa disapa Ahok mereka ini tiap pagi dan sore bahkan kadang malam kerap kita temui.

Baca Juga : Hati – Hati! Ahok Suguhkan Pengabdian Tanpa Batas untuk Bangsa dan Negara

Jalanan, trotoar, kali, dan sungai menjadi rapih serta bersih. Bukan hanya enak dipandang mata tempat-tempat tersebut namun udara bersih menghinggapi kita baik warga Jakarta maupun warga lainnya.

Kenapa mereka bisa melakukan tugas-tugas tersebut? Karena ayah dari Nicholas ini benar- benar memberikan karpet merah kepada yang sungguh-sungguh bekerja. Artinya, tak ada potongan, gajian tepat waktu, dan dapat tunjangan kesehatan serta pendidikan untuk yang mempunyai anak adalah salah satu bukti yang bukan hanya terucap dalam kata meiankan nyata dan dirasakan.

Ahok Saat Menyepak Bola

Lowongan untuk menjadi pasukan itu. Mereka rela mengantri, warga yang tadinya malas menjadi rajin.

Saat ayah dari Nathania tak menjadi orang nomor satu Jakarta, pasukan itu mulai meredup tak terlihat dengan jelas mereka berada dimana. Kemalasan mulai melanda mereka. Wajar, karena mereka tak mendapatkan seperti saat mantan Bupati Belitung Timur itu menjadi bos utama Jakarta.

Anggarann Pendapatan Belanja Daerah Jakarta  tahun 2015 – 2017 dikisaran 70 triliun rupiah pertahun oleh Ahok warga Jakarta benar-benar merasakan manfaanya.

Kartu Jakarta Pintar bersama Jokowi saat menjadi Gubernur Jakarta pelayanan gratis kendaraan umum untuk  pelajar, lansia dan pekerja informal begitu mereka nikmati.

Saat ini Ahok dipercaya sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina dengan pendapatan 800 triliun rupiah  semakin memantapkan perusahaan ini disegani di dunia. Bahkan selain  mensejahterakan para pegawainya juga berdampak positif  bagi warga.

Lalu ada usulan lagi supaya Indonesia jadi juara dunia sepak bola. Caranya mudah tempatkan saja Ahok.

Anggaran PSSI yang kisarannya 200 milyar rupiah pertahun rasanya  cukup untuk membuat sepak bola melewati negara Asean dan mungkin Asia, tak tetutup kemungkinan dunia.

Salah satunya pasti Ahok akan menerapkan tranparasansi anggarannya untuk rekrutan pemain. Yang paling penting tidak ada penyunatan dana. Bahkan pemain akan memberikan kemampuan terbaiknya.

Orang tua atau keluarga akan mendorong anaknya untuk menjadi  pemain sepak bola. Tak susah juga iklan atau sponsor akan antri dan rebutan untuk dipakai. Bisa-bisa dananya bisa melebihi 200 milyar rupiah.

Efeknya pelatih top dunia juga posti melamar di sepak bola Indonesia. Bukankah selama ini kita mencari pelatih sepak bola melalui agen?

Disinilah pemangkasan itu akan Ahok berantas. Calo jangan harap bisa menikmati pundi-pundi ilegal. Judi bola pun dipastikan terhempas. Pokoknya Ahok akan sikat dan bereskan yang brengsek-brengsek tersebut.