Dualisme Kepengurusan Partai Berkarya, Pasangan Calon Pilkada Kuatir

0
431

Jakarta, NAWACITAPOST-Perseteruan dua kubu petinggi partai Berkarya sepertinya berlanjut terus.Tak ada tanda-tanda redup, bisa dibilang semakin menyala dan membara.

Baca Juga : Partai Berkarya Ikut Pilkada 2020, Pegangan KPU Rekomendasi KemenkumHAM

Partai nomor 7 saat Pileg dan Pilpres 2019 ini diklaim oleh dua kubu paling sah dan merasa berhak ikut di Pilkada 2020.  Kubu Tommy Soeharto alias pangeran cendana seperti disampaikan Vasco menyebut kubu Muchdi PR ilegal.

Sebaliknya Muchdi PR melalui Badarudin Andi Picunang menilai kepemimpinan putra bungsu mantan penguasa orde baru tak berhasil alias gagal dalam menjalankan nakhoda di parpol ini.

Ujung kegagalan yang dijalankan Tommy Soeharto. Kubu Mantan Danjen Kopasus ini melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai ini awal Juli 2020 di sebuah hotel Kemang Jakarta.

Partai Berkarya Kubu Muchdi PR

Saat Munaslub digelar rombongan putra bungsu mantan penguasa orde baru datang dan mengacak-acak acara tersebut dengan alasan tak boleh ada perhelatan ini

Namun Munaslub bisa terlaksana dan selesai dengan waktu yang ditentukan. Selang beberapa hari kemudian Muchdi mengutus Badaruddin menemui Menteri Hukum dan HAM sekalian membawa berkas dokumen hasil Munaslub.

Vasco yang dipercaya Tommy Soeharto menilai pertemuan Muchdi PR dengan Menteri Hukum HAM biasa alias tak ada yang perlu diresahkan.

Partai Berkarya Kubu Tommy Soeharto

Memang saat bertemu dengan Badarudin, Yasonna tak langsung mengesahkan bahwa kubu ini sah dan kubu itu tidak sah. Kalimat yang keluar Suami dari Elisye Widya Ketaren adalah  semua berkas dokumen akan dipelajari terlebih dahulu.

Bisa jadi isyarat dari Guru Besar Ilmu Kriminologi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian bahwa belum ada keputusan resmi untuk mengesahkan siapa yang berhak sebagai panglima utama partai Berkarya. Kedua kubu punya kesempatan yang sama.

Sinyal ini memberi kesan kuat bahwa Status Quo bisa melanda Partai Berkarya? Tak bisa ikut Pilkada sudah jelas, merekomendasi calon di pilkada apalagi. Semakin menjauh para calon Pilkada menerpa partai ini. Ibaratnya Partai ini belum ada jenis kelamin politiknya.