Zaman Soeharto dan SBY Jalan Tol Dihambat Koruptor, Jokowi Bebas Hambatan

0
426
Presiden Jokowi Melakukan Inspeksi Jalan Tol Trans Sumatera

Jakarta, NAWACITAPOST- 32 tahun (1966 -1998) memerintah Presiden Soeharto membangun Jalan tol sepanjang 490 Km. Kemudian 10  tahun (2004 -2014) SBY memerintah sebagai Presiden, jalan tol yang selesai dan digunakan 212 Km.

Baca Juga : Hambalang Mangkrak Di Era SBY, Selesai Di Era Jokowi.

Jokowi hanya dalam jangka waktu 3 tahun (2015-2018) membangun jalan tol sepanjang 568 Km. Sebenarnya apa yang dikerjakan Jokowi dalam hal ini Jalan tol sudah ada sejak  era Soeharto dan SBY, namun mangkrak.

Padahal Era Soeharto gelontoran duit melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) begitu banyak untuk bangun jalan tol. Lagi-lagi mungkin penyerapannya banyak ke orangnya bukan jalannya, itu dugaan saja.

Era SBY sepertinya uang dari APBN sangat banyak untuk bangun jalan bebas hambatan. Anehnya banyak dihambat oleh tangan-tangan politisi, eksekutif, swasta. Lagi-lagi terhambat tak jelas, hanya dugaan.

Sebenarnya APBN itu sah adanya ketika palu sidang Parlemen Senayan yang dihadiri Pemerintah diketuk. Ketukan palunya terdengar keras dan sorak-sorai bergemuruh, termasuk tepuk tangan sudah pasti kencang terdengar. Senang pun terpancar.

Presiden Keenam SBY Menjenguk Presiden Kedua Soeharto

Senangnya bisa diartikan dapat bagian, kebagian dan bagi-bagi. Pokoknya happy lah. Seiring berjalannya waktu. Palu sidang bukan terdengar di DPR, melainkan  terdengar di sidang pengadilan. Jeruji besi pun jadi huniannya.

Lalu, era Jokowi bangun jalan tol melalui APBN juga. Kendalanya pasti ada. Rongrongan dari berbagai kalangan untuk menghambat pembangunan jalan tol dilancarkan dengan gencarnya.

Namun belum sampai pada tujuannya, mereka yang memburu anggaran khususnya di jalan tol terkena ‘gigitan’ ala Jokowi (seperti disampaikan pada sidang paripurna kabinet 18 Juni 2020) yang viral itu. Ciut, diam dan tak berkutik, mereka itu akhirnya mangkrak.

Mengapa era kakek Jan Ethes membangun jalan tol bisa mencapai 568 Km dengan jangka waktu 3 tahun. Penerapan yang dilakukan mantan Gubernur Jakarta kepada rakyat yang terkena proyek jalan tol, dilakukan dengan format ganti untung bukan ganti rugi.

Dan bagi yang menolak atau belum mau menyerahkan lahan atau tanahnya untuk pembangunan jalan tol. Dilakukan pendekatan secara terus-menerus.

Seperti dilakukan saat Jokowi sebagai Gubernur Jakarta. Proyek jalan tol JORR lintas Serpong – Ulujami mengalami kendala. Ayah kahiyang ini turun tangan, pendekatan kepada  warga yang terdampak proyek tol didekati secara kepantasan dan terhormat.

Tak ada kata atau umpatan apalagi paksaan yang memaksa, melainkan yang ada segala permintaan warga terdampak jala tol selama itu pantas dan layak harus dipenuhi. Pertemuannya sampai 7 kali, rumah makan padang bernama  Putra Minang  yang berjarak 2 km dari pintu tol JORR ulujami (sekarang) – jadi saksi sejarahnya.

Pertemuannya alot, tapi berakhir dengan kesepakatan yang menyenangkan. Jalan tol JORR itu pun dilanjutkan dan sampai sekarang banyak yang menggunakan jika hendak menuju ke Bandara Soekarno – Hatta.

 

i

.