Rabu, 3 Juni 2026

Menggugat Nasionalisme Fachrul Razi ?

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Rabu, 12 Februari 2020 | 07:21 WIB
Jakarta, NAWACITA – Beberapa minggu terakhir, pernyataan-pernyataan blunder yang dikeluarkan oleh tokoh publik, Fachrul Razi, yang menjabat sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju menimbulkan kegaduhan dan polemik di tengah masyarakat.

Fachrul yang awalnya mendapatkan tugas khusus dari Presiden Jokowi untuk memberantas radikalisme di Indonesia, malah sebaliknya terkesan melakukan hal yang kontraproduktif dengan itu. Presiden Jokowi pada awalnya tentu merekomendasikan beliau sebagai Menag, karena kebanyakan masalah dan carut-marut yang terjadi pada bangsa kita saat ini adalah ruang antara nasionalisme dan keber-agama-an yang dicampuradukkan.
Baca Juga: Dianggap Virus, Pemerintah Putuskan Tidak Pulangkan eks ISIS

Dalam kapasitasnya sebagai mantan Jenderal TNI yang sangat kental dengan sikap nasionalisme. Presiden Jokowi meyakini Fachrul Razi mampu mengatasi hal tersebut. Tetapi ternyata itu hanya isapan jempol manakala melihat dan mendengar statement beliau yang cukup menghentakkan dan terkesan seolah bukan bagian dari keberagaman di NKRI.

Salah satu pernyataannya yang cukup menghebohkan adalah bahwa Razi mendukung wacana pemulangan ex kombatan ISIS di Indonesia. Sebelumnya, Fachrul menyebut BNPT akan memulangkan enam ratusan warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah. Dia menyebut 600 WNI yang tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan.

"Sekarang mereka terlantar disana dan karena kepentingan kemanusiaan akan dikembalikan ke Indonesia”,. Walau kemudian Fachrul menjelaskan pendapatnya bahwa rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah. Dan masih dikaji secara cermat oleh berbagai instansi terkait di bawah koordinasi Menkopolhukam. Karena disisi lain ada potensi kemunculan gerakan separatis jika dipulangkan dan pemikiran para WNI eks ISIS ini tidak dapat diubah dalam memandang sebuah negara.
Yah... namanya juga statement bisa ditarik dan diulur tergantung kebutuhan.

Pernyataan blunder Facrul Razi juga tidak berhenti disitu. Sikapnya yang terkesan garang diawal ternyata hanya ‘hangat-hangat’ tai ayam yang kemudian dingin beku tertiup angin. Kasus intoleransi dalam konteks berbangsa kembali mencuat, seperti pernyataan beliau yang terkesan lembek soal kasus penolakan pembangunan atau lebih tepatnya renovasi Gereja Katolik St. Yosef, Karimun yang sudah mengantongi IMB dan sudah 92 tahun berdiri, jauh sebelum identitas kebangsaan ini terbentuk secara sah.

Facrul Razi melihat ini hanya sebagai persoalan teknis. Ok, bukankah semua syarat yang diminta sudah dipenuhi. Namun mengapa tetap saja persekusi secara kelompok tetap dibiarkan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir muncul kembali demo tuntutan pengusiran Humas Panitia Pembangunan Gereja, Romesko Purba dari bumi Karimun.

Ini harusnya ranah Fachrul Razi berkomentar dan menegaskan nasionalismenya atas dasar toleransi dan solidaritas sesuai dengan amanah kebangsaan NKRI yang termuat dalam dasar-dasar negara, Pancasila dan UUD 1945.
Baca Juga: Gereja Dipersekusi, Negara Kemana?

Semua hal yang disebutkan diatas belum lagi kelar, Fachrul lagi-lagi membuat keputusan gegabah dan terburu-buru dengan mengangkat Plt. Dirjen Bimas Katolik dari seorang yang memang tidak memiliki kapasitas pengetahuan mengenai hal tersebut. Lagi dan lagi karena alasan teknis, Facrul Razi minta maaf dan meralat keputusannya dengan kembali mengangkat Plt baru (11/2/2020) terhadap bidang yang sesuai dengan kebutuhan dan kapabel untuk itu.

Hanya dalam sebulan, Facrul Razi melakukan beberapa kali blunder terhadap konsep kebangsaan yang notabene sudah final.

Saya secara pribadi tidak menghakimi beliau karena hal ini. Tetapi saya hanya mencoba sebagai masyarakat untuk meyakinkan beliau bahwa dia adalah seorang nasionalis sejati. Beliau yang paling paham akan pilar-pilar kebangsaan dan bernegara dan apapun yang termuat didalamnya.

Jangan karena hanya nila setitik, rusak susu sebelanga. Jangan hanya karena komentar liar dari seorang tokoh publik, marwah Kabinet Indonesia Maju dalam periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi menjadi hancur.

NKRI Harga Mati!

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini