Perang Dagang yang Mematikan AS

2
161
Jakarta, NAWACITA - Pemerintah China sudah mengeluarkan keputusan bahwa semua kantor tidak boleh lagi menggunakan komputer bermerek asing dan juga termasuk aplikasinya. Jadi dipastikan microsoft dengan program window nya akan kehilangan pasar miliaran dolar setahun.
Perang Dagang yang Mematikan AS

Jakarta, NAWACITA – Pemerintah China sudah mengeluarkan keputusan bahwa semua kantor tidak boleh lagi menggunakan komputer bermerek asing dan juga termasuk aplikasinya. Jadi dipastikan microsoft dengan program window nya akan kehilangan pasar miliaran dolar setahun. Pasar memprediksi akan banyak perusahaan pendukung IT yang terdaftar di Wallstreet akan jatuh sahamnya. Ini akan menjadi lonceng merah kedua bagi Wallstreet setelah jatuhnya Lehman. Maklum perusahaan berbasis IT itu tingkat value intangible nya selangit di Bursa. Artinya kalau jatuh, benar benar amsyong.

Baca Juga: Cemburu Guru (AS) pada Murid (RRC)

Trumps menuduh China sengaja melaukan proteksi untuk membalas serangan tarif dari AS. Menurut saya, itu bukan serangan balasan. Trumps tidak pernah bisa mempelajari substansi kebijakan China. Larangan menggunakan tekhnologi asing itu sudah ada UU nya sejak tahun 1980an di China. Bahwa apabila dalam negeri China sudah bisa mandiri maka tekhologi asing tidak boleh dipakai. Proses pelarangan itu tidak mendadak. Semua pihak asing di China paham itu. Makanya pertumbuhan investasi industri Asing di China setiap tahun menurun seiring dengan pertumbuhan industri lokal. Kalau akhirnya banyak investor asing yang hengkang ke Vietnam dan negara lain, itu juga sudah by design.

Apa artinya? China itu negara komunis sosialis, dimana tujuan mereka membangun peradaban itu dalam jangka panjang adalah kemandirian. Kemandirian dalam segala hal. Kalau awalnya mereka menerima bantuan dari asing, itu bukan berarti mereka tergantung sama asing. Itu hanya metodologi untuk mencapai kemandirian. Ada target dan ada proses yang ketat agar kemandirian itu tercapai sesuai jadwal. Misal, semua perangkat keras IT sepeti server, komputer , gateway , jaringan, NOC dan lain sebagainya, sudah dikuasai oleh China. Ya otomatis produk asing closed file.

Baca Juga: Jokowi Benahi BUMN

Sama juga halnya beberapa komoditas pertanian sepeti kedelai , gandum, kapas, China sudah mengurangi secara drastis impor dari AS. Itu nilainya berkurang lebih dari USD 100 miliar setahun. Mengapa ? Lagi lagi bukan karena China meng embargo produk pertanian AS masuk ke China, tetapi secara produksi setiap tahun China bisa mengurangi kertegantungan dengan impor. Itu karena keberhasilan meningkatkan produksi pertaniannya. Itu berkat kerja keras mereka menemukan bibit yang hebat dan tekhnologi proses tanam yang bisa meningkat produksi berlipat diatas lahan yang kritis.

Nah berbeda dengan AS. Penetapan kenaikan tarif produk China masuk ke AS, lebih karena alasan sentimen akibat neraca perdagangan AS yang tekor terhadap China. Padahal produk China yang dikenakan tarif tinggi itu, produksinya sangat kurang di AS dan bahkan pabrik banyak yang tutup. Perhatikan, China melarang atau menerapkan tarif tinggi terhadap produk impor karena produksi dalam negeri sudah melimpah. Sementara AS menerapkan tarif tinggi impor justru dalam negeri kurang produksinya. Jadi yang dirugikan atas kebijakan tarif impor tinggi Trumps sebetulnya adalah rakyat AS sendiri. Mereka terpaksa membeli dengan harga mahal.

Itu sebabnya perang dagang, itu hanya propaganda kegagalan Trumps menyelesaikan masalah ekonomi AS. Bagi China itu dihadapi dengan kesabaran tinggi seperti orang tua menghadapi anak remaja yang bandel. China yakin, bagaimanapun AS tetap menjadi mitra terbaik. AS hanya butuh pelampiasan emosinya sambil terus berupaya menemukan solusi untuk kembali bangkit seperti era kejayaannya.

Erizeli JB (Pecinta Kebijaksanan)

Comments are closed.