program pendidikan adalah melatih orang untuk punya kemampuan memprogram dirinya sendiri. Menjadi manusia yang bisa membentuk dirinya sendiri, yang mandiri, kreatif, inovatif dan tangguh.
Pidato Nadiem Makarim, Pendidikan sebagai Metodologi

Jakarta, NAWACITA – Teman saya ketika saya tanya, apa kunci kemajuan China? Jawannya adalah reformasi pendidikan. Singkat namun mengena. Mengapa? Apapun kebijakan ekonomi tidak akan berhasil bila sistem pendidikan tidak diperbaiki. Di china sejak reformasi ekonomi Deng, juga pada waktu bersamaan terjadi reformasi pendidikan. Di sana orang lulus sekolah tidak ada nilai pada ijazahnya. Yang ada hanya surat tanda lulus. Di China tidak ada kehormatan terhadap gelar kesarjanaan.

Baca Juga: Taktik Jokowi, Tidak Sekadar Tik-Tok

Di era presiden Hu Jintao, pendidikan luar sekolah diakui sejajar dengan pendidikan formal. Sehingga orang belajar di sekolah motif nya ya murni untuk belajar. Gimana belajarnya ? China menghapus program hapalan dan dogma yang menentukan salah benar. Makanya di china ujian sekolah lebih banyak menggunakan essay daripada multiple choice. Mengapa ? reformasi pendidkan di china orientasinya adalah mengarahkan orang untuk mampu memprogram dirinya sendiri. Jadi, kehormatan akan kebebasan berpikir itulah yang dibangun di sekolah. Mengapa ?

Mungkin semua tahu apa yang dimaksud dengan Program pada sistem komputer. Secara umum, program merupakan kumpulan intruksi atau kode bahasa yang hanya dimengerti oleh komputer. Intruksi tersebut berfungsi untuk mengatur pekerjaan yang akan dilakukan oleh komputer untuk mendapatkan hasil atau output dengan maksud memudahkan untuk penggunanya. Tujuan ditulisnya sebuah program adalah untuk memudahkan dalam suatu proses untuk menghasilkan output yang diinginkan oleh pembuat program yang penggunanya. Orang yang membuat program disebut dengan pemograman atau programmer.

Nah manusia juga punya program dalam dirinya atau semacam cell programming entity. Kalau komputer yang membuat program adalah manusia. Gimana dengan manusia, siapa yang membuatnya ? Yang membuatnya adalah anda sendiri dan orang lain. Artinya diri anda bisa membuat sendiri program untuk diri anda dan orang lain juga bisa membuat program itu untuk anda. Contoh dari kecil anda mengenal cinta dari kedua orang tua maka selanjutnya itu akan menjadi program dalam diri anda. Guru di sekolah menanamkan program dalam diri anda. Lingkungan keluarga juga berperan meng create program dalam diri anda. Lingkungan persahabatan juga berperan.

Baca juga :  Possi Ternate Gelar Kompetisi Menyelam
Baca Juga: BUMN Mau Maju, Belajarlah ke China

Apa artinya ? sebagian besar program dalam diri kita itu ditulis oleh orang lain. Makanya manusia itu menjadi makhluk sosial yang bisa jadi follower buta terhadap kecintaan akan merek, aliran atau isme, orientasi, agama, idiologi. Tetapi program yang datang dari luar itu bisa di re-program atau diprogram ulang oleh diri kita sendiri, sehingga menghasilkan software yang cocok untuk kita sendiri. Itulah pentingnya kebebasan berpikir, yang bisa membedakan mana metodelogi dan mana tujuan.

Orang china memandang pelajaran sekolah, idiologi, agama hanyalah metodelogi mencapai tujuan. Makanya mereka engga pusing walau hanya ada satu partai komunis. Engga pusing dengan urusah keyakinan beragama orang lain. Engga pusing dengan titel” Kan hanya metodelogi , bukan tujuan, bukan hal esensial, ngapain di persoalkan. “

Nah apabila anda sudah mampu memprogram diri anda sendiri maka anda telah menjadi diri anda sendiri. Anda telah berhasil mengalahkan diri anda sendiri. Sudah berhasil menjadi pemimpin atas diri anda sendiri. Jadi, engga mungkin gampang di PHP. Engga mungkin gampang baper dan engga mungkin gampang jadi follower semacam aksi 212. Engga mungkin mudah mengeluh. Sehingga engga mungkin orang lain gampang menggiring anda jadi korban MLM.

Kesimpulannya, program pendidikan adalah melatih orang untuk punya kemampuan memprogram dirinya sendiri. Menjadi manusia yang bisa membentuk dirinya sendiri, yang mandiri, kreatif, inovatif dan tangguh. Itulah esensi yang saya tangkap dari pidato Kang Mas Makariem. Sangat visioner dan mendasar sekali. Semoga kita bisa berubah.

Erizeli Jely Bandaro (Pecinta Kebijaksanaan)

Comments are closed.