Inikah Arah Bola Panas “Penumpang Gelap” dari Gerindra?

25
138

Jakarta, NAWACITA  – Isu “penumpang gelap” yang di lempar ke arena oleh petinggi Partai Gerinda sejak hari Jumat 9 Agustus 2019 seakan menjadi sebuah “bola panas” yang terus ditendang kemana-kemana. Bahkan koalisi Jokowi menjadi kompak mendorong dan mendukung Prabowo untuk menyingkirkan si penumpang gelap ini.

Dipastikan bola panas ini akan berubah bentuk menjadi bola liar apabila tidak segera ada klarifikasi oleh Prabowo dan Partai Gerinda sendiri yang telah melempar bola strategis ini.

Isu tentang penumpang gelap ini datang dari Wakil Ketua Umum Gerinda Sufmi Dasco Ahmad, dan hari ini Minggu 11 Agustus 2019 dipertegas oleh politikus Gerinda Andre Rosiade yang menyebut penumpang gelap itu bertujuan membuat situasi Indonesia kacau dan menginginkan Jokowi disalahkan akibat kondisi itu.

Hingga kini, siapa sesungguhnya yang dituding sebagai penumpang gelap itu masih belum memberikan respon dan tentu belum unjuk hidung sebagai penumpang gelap. Apakah ada keberanian dari Gerinda atau dari Prabowo sendiri akan mengungkapkan siapa sesungguhnya penumpang gelap yang telah membuat Prabowo kesal.

Indikator Penumpang Gelap

Banyak ulasan dan analisis dikemukakan tentang eksistensi si penumpang gelap, tetapi satupun tidak ada yang berani dan memastikan kelompok atau oknum penumpang gelap yang dituding oleh petinggi Gerinda.

Yang ada adalah ciri-ciri atau indikator kunci dari eksistensi si penumpang gelap itu seperti yang dikemukakan oleh Dasco Ahmad, dan juga yang saya rumuskan ulang dalam ulasan saya dengan judul artikel “Kekesalan Prabowo pada “Penumpang Gelap”. Disana dikemukakan ada 6 indikator kuat yang ditunjukkan oleh “penumpang gelap” dalam kubu BPN Prabowo-Sandi, yaitu:

  1. Menyudutkan Ketua Umum Partai Gerinda dan posisi Prabowo sebagai Capres 02 selama ini.
  2. Mengorbankan para pendukung Prabowo-Sandi, bahkan kaum Ulama serta emak-emakpun rela dikorbankan demi sebuah target lain sebagai penumpang gelap dalam kubu Capres 02
  3. Menginginkan dan membuat agar situasi negara menjadi rusuh dan chaos.
  4. Kerjaannya mengadu domba terus menerus, bahkan Prabowo dan Gerindranyapun di adu domba
  5. Tega mengorbankan siapa saja demi target yang diinginkan oleh si penumpang gelap ini
  6. Melakukan berbagai cara untuk menghalangi rekonsiliasi antara kubu Prabowo dengan kubu Jokowi

Penumpang Gelap: Oknum atau Kelompok

Kalau melihat dari 6 indikator perilaku dari penumpang gelap sebagaimana di sitir oleh Dasco Ahmad, nampak bahwa penumpang gelap ini bisa dalam bentuk kelompok dan bisa juga dalam bentuk oknum, orang atau pribadi tertentu yang memenuhi kriteria ciri-ciri di atas.

Analisis yang bertebaran di mana-mana juga menjelaskan bahwa bila penumpang gelap itu adalah kelompok atau organisasi atau partai politik, maka publik paham betul bahwa selama ini yang tergabung dalam kubu Capres 02 ada beberapa Partai Politik, yaitu Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Berkarya.

Selain itu, juga ada kelompok yang selama ini menamakan diri sebagai PA 212, yang mana kelompok ini telah menyatakan berpisah langsung dengan kubu Prabowo-Sandi sejak pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi pada Sabtu, 13 Juli 2019 diatas MRT Lebak Bulus ke Senayan.

Nampaknya, penjelasan yang rinci dan tegas tentang penumpang gelap ini menjadi kebutuhan agar tidak terus menjadi teka-teki. Kecuali kalau memang Gerinda sendiri memiliki agenda khusus tentang bola panas penumpang gelap ini dilemparkan ditengah-tengah arena dinamika politik nasional. Artinya, bola panas ini akan mengarah pada suatu “gawang” tertentu.

Singkirkan Penumpang Gelap

Mengapa isu penumpang gelap di gerbong Prabowo menjadi bola panas, karena visi, misi dan tujuan serta targetnya sangat membahayakan eksistensi bangsa dan negara ini. Dan karenanya, semua Parpol yang berada dalam koalisi Jokowi seakan-akan bersuara sama agar Prabowo menyingkirkannya.

Pernyataan dan dorongan dari sejumlah petinggi Parpol Koalisi Jokowi sangat tegas mengingatkan Prabowo dan Gerinda, di lansir dari detik.com sejumlah pernyataan dikemukakan oleh petinggi Parpol Koalisi Jokowi, antara lain :

Pernyataan PPP:  “PPP bersyukur bahwa pascapilpres ini Pak Prabowo dan teman-teman Gerindra juga bersikap tegas terhadap mereka yang masih terus dengan agenda dan cara-cara mereka itu, yakni dengan meninggalkannnya. Mereka menjadi tidak memiliki patron politik pada level nasional yang seperti sosok Pak Prabowo tersebut,” kata Sekjen PPP Arsul Sani.

“PPP melihat bahwa dalam pilpres kemarin memang terindikasikan dengan jelas bahwa terdapat kelompok yang memanfaatkan pilpres ini tidak sekadar sebagai sarana kontestasi politik untuk memperjuangkan cita-cita memperbaiki rakyat dan negara ini. Tapi juga memanfaatkannya untuk kepentingan lain di luar itu, seperti memaksakan ideologi dan sistem politik tertentu dengan cara mengembangkan politik identitas yang disertai dengan fitnah, hoax, dan ujaran kebencian,” sebutnya.

Pernyataan dari PKB :  “Info awal ini harus ditindaklanjuti agar tidak sekadar isu, agar hal-hal yang mengancam keutuhan negara bisa diatasi dengan cepat dan baik. Harus ada penegakan hukum yang baik,” kata Wasekjen PKB Daniel Johan saat dihubungi. “Kita apresiasi sudah terbuka dan menjelaskan kepada masyarakat, sehingga semua pihak juga bisa memahami persoalan secara jernih,” ucapnya.

Pernyataan dari PDIP : “Kita sangat hormat dengan otonomi Gerindra untuk menentukan sikap. Dan jika hal itu berdampak pada penghilangan kelompok penumpang gelap, maka itu karena kecerdasan dan kebijaksanaan ketum Prabowo Subianto,” kata politikus PDIP Eva Kusuma Sundari.

“Semoga ke depan hubungan PDIP-Gerindra makin erat, saling menguatkan melalui hubungan personal kedua ketum, karena platform kedua partai sama, yaitu nasionalis Pancasila,” ucapnya.

Tujuan dari penumpang gelap ini membuat Indonesia kacau dan dengan demikian Jokowi akan disalahkan oleh rakyat. Mereka mempunyai tujuan yang berbeda dengan tujuan NKRI, Pancasila dan UUD45. Mereka menginginkan tujuan dan misi yang bertentangan dengan Indonesia.

Dengan demikian, sangat bisa dimengerti mengapa koalisi Jokowi mendukung habis Prabowo Subianto untuk mengungkapkan siapa saja yang dimaksudkan dengan penumpang gelap dalam gerbong mereka. Agar masyarakat tidak menduga-duga dan malah akan menciptakan sesuatu yang tidak diharapkan.

Menerka Arah Bola Penumpang Gelap

Menarik untuk mengajukan  pertanyaan, apakah Gerinda dan Prabowo akan mengungkapkan siapa gerangan dari “penumpang gelap” yang dimaksudkan itu? Atau beranikah Prabowo dan Gerinda menunjuk “hidung” si penumpang gelap yang dimaksud?

Sebab inilah yang diminta oleh sejumlah petinggi Parpol Koalisi Jokowi, agar Prabowo mengungkapkannya ke publik agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak produktif dan malah akan menjadi kontra produktif dan mungkin saja bisa menjadi bumerang.

Kalau Prabowo tidak akan mengungkapkan secara eksplisit, dan membiarkan publik menduga-duga saja, apa kira-kira yang hendak dicapai oleh Prabowo? Agenda politik apakah yang sedang menjadi target baik dalam jangka pendek maupun untuk jangka panjang.

Saya pikir, dinamika politik seputar bola panas si penumpang gelap masih akan terus berlanjut. Sangat mungkin dia akan menjadi bola liar, dan akan menyerempet kemana-mana sesuai dengan kekuatan si penendang bola liar itu.

YupG. 12 Agustus 2019

https://www.kompasiana.com/yupiter/5d503f780d82306554545ed2/inilah-arah-bola-panas-penumpang-gelap-dari-gerinda?page=all

Comments are closed.