Bursa Transfer Januari Segera dibuka di Liga Italia

NAWACITA- Menatap bursa transfer Januari yang akan segera dibuka di Liga ItaliaAC Milan mendapatkan sorotan negatif. Setan Merah telah menyia-nyiakan dua rekrutan Januari termahal sepanjang sejarah Serie A.

Musim lalu AC Milan merekrut Lucas Paqueta dari Flamengo dan Krzysztof Piatek dari Genoa pada bursa transfer Januari.

Lucas Paqueta sudah direkrut pada 10 Oktober 2018 tetapi transfer baru dibuat resmi pada 4 Januari 2019.

Sementara itu Krzysztof Piatek digaet pada 23 Januari 2019.

Harga Paqueta mencapai 38,4 juta euro sedangkan Piatek 38 juta euro.

Angka tersebut menjadikan dua pemain ini sebagai dua rekrutan Januari termahal sepanjang sejarah Serie A.

Nilai transfer mereka mengalahkan Clarence Seedorf, yang pada 1999-2000 dibeli Inter Milan seharga 25 juta euro.

Akan tetapi, dua rekrutan termahal itu kini tersia-siakan di AC Milan.

Bahkan ada kemungkinan mereka hanya berumur setahun mengenakan baju merah-hitam I Rossoneri.

 Paqueta kini tersingkir dari tim utama AC Milan besutan Stefano Pioli.

Gelandang asal Brasil itu sudah jarang menjadi starter.

Sekarang AC Milan malah dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan menjual Paqueta ke klub Liga Prancis, PSG.

Baca Juga : Aksi Mohamed Salah Warnai kemenangan Liverpool

Supaya tidak rugi, AC Milan berusaha menjual Paqueta dengan harga yang sama ketika mereka membelinya tahun lalu.

Sementara itu, Piatek tak pernah bisa menemukan ketajamannya lagi seperti musim lalu.

Pada paruh pertama musim ini dia baru mencetak 4 gol dalam 17 pertandingan Liga Italia.

Padahal pada paruh pertama musim lalu Piatek mampu mencetak 13 gol dalam 19 laga bersama Genoa.

Apabila AC Milan berhasil mendatangkan Zlatan Ibrahimovic, besar kemungkinan Piatek juga akan tersingkir.

Baca juga :  Irfan Ingin Ulangi Momen Kalahkan Malaysia Pada 2010

Terbuka peluang dia bakal dipinjamkan ke klub lain dengan Genoa dikabarkan tertarik untuk merekrutnya.

Dua rekrutan Januari termahal sepanjang sejarah Liga Italia hanya sedemikian nasibnya di AC Milan.

Hal itu kian memperjelas berantakannya kinerja manajemen klub AC Milan dalam beberapa tahun belakangan.

Comments are closed.