Lepas Kontingennya ke PON Papua, Ketua Percasi Optimis Pecatur Surabaya Raup Emas

0
335

Surabaya NAWACITAPOST – Ketua Persatuan Catur Indonesia (PERCASI) kota Surabaya, H. Budi Leksono lepas dua Kontingen Catur dari Surabaya untuk beradu prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 Papua. Keduanya adalah Nadya Angraini Mukmin dan Ronny Gunawan Master Internasional.

Sayangnya hanya seorang yang bisa hadir yakni Ronny Gunawan, karena Nadya Angraini Mukmin sedang menjalani masa karantina di kampus UNESA. Tapi hal ini tak menyurutkan semangat dukungan dari para pengurus Percasi yang turut hadir dalam pelepasan tersebut.

Bahkan, prosesi pelepasan dibuka dengan permainan catur antar pengurus dengan Ronny Gunawan peraih medali emas PON Riau 2012 untuk Jawa Timur.

Disela giatnya, H. Budi Leksono ketua Percasi Surabaya menjelaskan, kali ini ada dua kontingen catur dari Surabaya yang mewakili provinsi Jawa Timur, yaitu Ronny Gunawan sang master yang sudah malang melintang di kejuaraan catur nasional dan Internasional yang masuk di kategori veteran, serta Nadya Angraini Mukmin di kategori perorangan dan beregu putri.

“Selain itu, Percasi Surabaya juga mengirimkan seorang official untuk mendampingi para kontingen yaitu bapak Harahap,” ujar Bulekz panggilan ketua Percasi Surabaya yang juga menjabat sebagai sekretaris komisi A DPRD Surabaya, Rabu 29 September 2021, sore.

Terkait target, Bulekz mengaku optimis pecatur Surabaya akan kembali mendulang medali emas.

“Harapannya adalah yang terbaik, yaitu medali emas. Baik dari beregu, perorangan maupun kategori veteran. Tapi semua ini dalam satu kemasan yaitu kontingen Jawa Timur,” harapnya.

Sore ini, lanjut Bulekz, Percasi mengundang kontingen dari Surabaya untuk memberikan semangat sebelum keberangkatan ke Papua bersama seluruh atlit catur Jatim pada 1 Oktober nanti.

Sementara, pecatur Ronny Gunawan mengaku sudah mempersiapkan diri selama 4 tahun ini.

” Dan dari KONI ada sentralisasi di UNESA, selama dua tahun ini,” ungkapnya kepada Nawacitapost.com disalah satu depot di jalan Kusuma Bangsa Surabaya. (29/9).

Ronny juga mengaku sudah melakukan latihan khusus dengan banyak pecatur di Surabaya, tapi selama pandemi ini setiap hari hanya bisa melakukannya lewat online.

Ronny yang sudah 6 kali mengikuti ajang PON ini menargetkan untuk dirinya 1 medali emas dan 1 perak.

” Selama ini, saya selalu berjuang untuk Jawa Timur dan Surabaya, tidak pernah pindah-pindah,” tegasnya.

Ia kembali menjelaskan bahwasanya pertandingan catur di perhelatan PON akan dimulai pada tanggal 4 Oktober.

” Tanggal 1 kita berangkat ke Papua, tanggal 2 ikut pembukaan PON dan tanggal 4 mulai bertanding,” imbuh Ronny.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Imam Buchori pelatih klub Catur Suryanaga yang pernah ikut PON Riau 2012 dan Jawa Barat 2016 sebagai official.

Ia menuturkan, bahwa provinsi Jawa Timur mengirimkan atlit sebanyak 9 pecatur, yakni 5 putra dan 4 putri. Kemudian ditambah 4 orang official yang turut mendampingi.

Kategori yang dilombakan, menurut Imam ada tiga yaitu kategori catur cepat, kilat, dan klasik. Dan terbagi lagi untuk golongan veteran, peorangan dan beregu.

” Di kejuaraan catur PON XX Papua, akan memperebutkan 9 medali emas, 9 perak dan 9 perunggu. Dan target kontingen Jawa Timur adalah dua emas, satu perak dan satu perunggu,” tandas Imam. (BNW)