Menanti Kejutan Raja Sapta Oktohari dan Pengembang Olahraga Nasional

0
413
Menanti Kejutan Raja Sapta Oktohari dan Pengembang Olahraga Nasional
Menanti Kejutan Raja Sapta Oktohari dan Pengembang Olahraga Nasional
Jakarta, NAWACITA – “Pengen buru-buru kerjaa….”
Begitu lah yang disampaikan oleh Raja Sapta Oktohari, Senin (7/10) ketika ditanya persiapannya menghadapi Kongres Istimewa Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (9/10).

Penyataan Okto, sapaan akrabnya, tersebut mungkin bagi sebagian orang terdengar terlalu dini, mengingat statusnya kini masih bakal calon tunggal Ketua Umum (ketum) KOI.

Namun sebetulnya tidak salah juga dengan dia begitu percaya diri mengatakan sudah tidak sabar ingin segera bekerja meski belum resmi menjabat sebagai ketum.

Pasalnya, nama Raja Sapta Oktohari merupakan bakal calon tunggal ketum KOI periode 2019-2023 setelah hanya satu orang yang mengembalikan formulir kepada Tim Penyaringan dan Penjaringan yang pendaftarannya dibuka sejak Jumat (27/9) dan ditutup pada Minggu (6/10) pukul 20.00 WIB.

Meski hasil verifikasi baru akan disampaikan pada Rabu (9/10), namun Okto dipastikan akan menjadi Ketum KOI 2019-2023 terpilih secara aklamasi apalagi ia juga sudah mengantongi banyak dukungan baik dari cabang olahraga olimpiade maupun non-olimpiade.
Baca juga: Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara Membuka secara Resmi Kegiatan BBGRM dan HKG PKK

Jejak
jejak dan prestasi pria berusia 43 tahun itu di dunia olah raga dan organisasi sudah terbukti sejak sembilan tahun lalu. Namanya mencuat saat dia menjadi promotor tinju Indonesia termuda yang secara konsisten menggelar pertandingan tinju internasional dan juga mencari bibit baru untuk diorbitkan sebagai juara dunia. Sebut saja Chris John dan Daud Yordan adalah dua nama yang berada di bawah manajemennya bernama Mahkota Promotion.

PB ISSI, di bawah kepemimpinannya yang terus berlanjut hingga 2019 itu juga berperan penting atas pembangunan venue balap sepeda baru.

Saat Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Okto bersama PB ISSI menggunakan kesempatan itu untuk melakukan renovasi Velodrome Rawamangun menjadi Jakarta International Velodrome yang memenuhi standar Badan Sepeda Internasional (UCI) serta membangun venue balap trek Jakarta International BMX Track di Pulomas.

Tidak berhenti sampai di situ. Okto juga menjadi salah satu perwakilan Indonesia pada Kongres Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC). Atas perannya sebagai Wakil Presiden ACC, ia pun sukses mengantarkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia nomor track 2019.

Baru satu tahun menjabat sebagai Ketum PB ISSI, Okto ditunjuk sebagai pemimpin Delegasi Indonesia (CdM) di Olimpiade Rio 2016. Okto dengan metodenya sendiri berhasil merangkul para atlet hingga bisa mengembalikan tradisi emas yang sempat terhenti di Olimpiade London 2012.

Resolusi
Berdasarkan peraturan tentang pemilihan ketum dan waketum KOI, calon tidak diperbolehkan merangkap jabatan pada Kepengurusan Tingkat Pusat (KTP) anggota dan organisasi keolahragaan nasional yang sama atau sejenis yang lain. Mentaati aturan tersebut, Okto pun menyatakan sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum PB ISSI.

Maju sebagai bakal calon tunggal ketum KOI, visi yang dibawa Okto adalah mengembalikan kejayaan Indonesia di panggung multi event olah raga dunia.

Adapun misi yang dikejar antara lain memperjuangkan Indonesia agar bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, mengajak semua stakeholder meningkatkan seluruh perangkat dukungan untuk sukses prestasi, administrasi, dan legacy, serta mengantarkan cabang olahraga untuk aktif berpartisipasi dalam ajang kejuaraan dunia.

“Jabatan ini bukan jabatan keren-kerenan. Setelah Kongres nanti ada pekerjaan besar yang tidak bisa ditunda-tunda. Juga ada prakualifikasi olimpiade sekaligus untuk proses mengejar Indonesia menuju tuan rumah Olimpiade 2032,,” kata Okto.

Baca juga: Wali Kota Denpasar Ikuti ”Fun Run Nature

Apabila Okto menjabat nanti, itu berarti dia akan menghadapi dua hajatan internasional besar terdekat, yakni SEA Games 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020. Tentu itu akan menjadi debutnya sebagai ketum KOI untuk memberikan kejutan baru dalam pengembangan olah raga Indonesia.

Meskipun tidak ada proses rebut-rebutan kursi, terpilihnya Okto secara aklamasi diharapkan tidak dijadikan semata-mata hanya untuk mengisi kekosongan jabatan tertinggi dalam organisasi.

Bagaimana pun, Okto mengemban tugas berat dalam memperbaharui sistem keolahragaan nasional. Bukan hanya mengakomodir keikutsertaan tim Merah Putih dalam multi event dunia atau membawa Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional, tetapi juga bersinergi dengan lembaga olahraga lain untuk menata, mengelola, dan meningkatkan pengembangan olah raga di Indonesia agar bisa berjalan lebih baik lagi.

Biodata

Tempat, tanggal lahir:
Jakarta, 19 Oktober 1975

Orangtua: 
Oesman Sapta Odang dan Serviati Oesman

Karier dan Organisasi:
1. Ketua INAPGOC
2. Presiden Direktur Mahkota Properti Indo                      (2013-sekarang)
3. Chief de Mission Kontingen Indonesia pada Olimpiade Rio de Janeiro (2016)
3. Ketua Umum HIPMI           (2011-2014)
4. Ketua Umum PB ISSI         (2015-sekarang)
5. Promotor Tinju (Mahkota Promotion)
6. Wakil Presiden Federasi Balap Sepeda Asia (ACC)
7. Anggota Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI)