Olahraga di Tengah Jam Kerja, Mungkinkah?

0
9

NAWACITA – Gaya hidup yang sehat mesti ditunjang oleh olahraga yang tepat dan rutin. Namun, kesibukan sering menjadi alasan seseorang sulit meluangkan waktu untuk itu.

Menurut dokter spesialis olahraga dr. Sophia Hage, SpKO, Olahraga seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup agar kapan dan dimanapun, tetap bisa berolahraga.

“Konsep kerja nine to five sudah tidak ada lagi sekarang, jadi pembagian work, life, balance tidak ada lagi. Ritme pekerjaan yang lebih luwes , apalagi mereka yang menggeluti dunia bisnis online.  Sebab, di luar jam kerja yang konvensional, kita bisa mengakses kegiatan bisnis setiap waktu. Sekarang, bagaimana caranya memasukkan olahraga ke dalam jadwal sehari-hari sampai kita merasa tidak perlu menyempatkan tapi sudah jadi bagian hidup.

Sebenarnya, mengatur jadwal olahraga dalam rutinitas sehari-hari bukanlah hal sulit. Misalnya, para pekerja di Kota besar umumnya berkantor di gedung bertingkat yang tak jarang memiliki askes tangga manual. Maka, tak salah bila ada keperluan dengan rekan kerja atau klien mencoba untuk berjalan kaki. Artinya, saat berpindah lokasi itu dalam area yang cukup terjangkau, cobalah untuk berjalan kaki.

“Cukup 5-10 menit. Kuncinya adalah meningkatkan aktivitas sehari-hari, menggerakan syaraf dan persendian sebagai bagian dari relaksasi tubuh dan pikiran.

Di samping itu, gaya hidup aktif atau berolahraga bisa menjadi bagian dari budaya perusahaan. Tak hanya menyediakan fasilitas atau membentuk komunitas olahraga, perusahaan juga bisa memberikan reward pada karyawan yang rajin mengikuti kegiatan olahraga.

Tinggalkan Balasan