Blitar, NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota ( Pemkot ) Blitar melalui Dinas Kesehatan melaksanakan monitoring Gerakan Serentak Penanggulangan dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (Gertak Gugah DBD),yang dilaksanakan di lingkungan RW 2 Kelurahan Pakunden, Selasa 22/11/2022. Dihadiri Sekda Kota Blitar, Camat, dan Lurah, Kepala Puskesmas dan Kader Jemantik se-Kota Blitar.
Baca Juga: Raker Banggar DPRD Kabupaten Blitar Bersama TAPD Terkait Ranperda APBD 2023
Sekretaris Daerah Priyo Suhartono mengatakan, bagaimana peran masyarakat dengan pemberantas sarang nyamuk dengan 3 M yang di inisiatif oleh Dinkes dan Puskesmas Se-Kota Blitar.
“Kenapa kampung RW 2 Kelurahan Pakunden dipilih karena peran masyarakat yang cukup aktif dan juga menjadi Ikon sebagai Kampung Mint. Banyak masyarakatnya menanam tanaman mint yang berguna kesehatan," kata Sekda Priyo Suhartono.
Menurut Priyo, kadernya Jumantik sangat aktif dalam mensosialisasikan dalam memberantas sarang nyamuk.
-
“Saya minta proaktif dan diviralkan, bukan hanya 3 M tapi 10 M. Bukan hanya Menguras, Menutup dan Mengubur tapi lebih dari itu. Saya sangat mendukung dan seluruh kota Blitar dengan gerakan 3 M, karena mendekati musim hujan," pungkasnya.
Sementara Kadin Kes dr.Dharma Setiawan mengatakan, Kota Blitar mengadakan monitoring kegiatan untuk demam berdarah dengue dimana Kota Blitar mempunyai 12 Kampung bebas jentik dan hari difokuskan di RW 2 Kelurahan Pakunden.
Dimana kegiatan hari ini sengaja kita selenggarakan di RW 2. Karena RW 2 bisa melakukan kegiatan 3 m plus dalam artian bisa memanfaatkan lahan pekarangan dimasing-masing rumah untuk menanam tanaman pengusir nyamuk yaitu menanam tanaman MINT.
Untuk 3 M plusnya ini disini sudah berkembang Bank Sampah sehingga bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah untuk bisa dimanfaatkan bisa memberikan kontribusi pemanfaatan daur ulang pada sampah yang ada di rumah tangga.
Harapan kami dari kegiatan ini sudah terbukti bisa menurunkan insiden dengan berdarah dengue dan meningkatkan angka bebas jentik.
Lebih lanjut dr Dharma menjelaskan, kami di kota Blitar bawah minimal setiap kampungnya di Kota Blitar itu bisa mencapai minimal itu 95% angka bebas jentik. Alhamdulillah sudah terbukti dan kami mendorong kepada kampung - kampung di Kota Blitar sudah terbentuk 12 Kampung bebas jentik.
“Kami juga mendorong kepada semua Kelurahan, RT- RW khususnya di Kota Blitar untuk bersama-sama bisa mendorong terbentuknya Kampung Bebas Jentik. Melalui inovasi masing-masing sifatnya unik di masing-masing Kelurahan.Sehingga nilai 12 itu bisa kita bertambah," jelasnya.
Terakhir, dr Dharma Setiawan mengatakan, Bagaimana masyarakat bisa memahami arti kata 3M plus menguras, mengubur dan menimbun ditambah dengan abatesasi dan mengingatkan kembali bahwa fogging bukan tindakan akhir dari pada edikasi yang paling bagus adalah 3 m ditambah dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Bila anggota keluarga terutama balita yang menderita demam 1 sampai 2 hari dipersilahkan segera pergi Posyankes mulai dari Puskesmas, Dokter Praktek dan Bidan Praktek untuk memeriksakan diri untuk menghindari keterlambatan daripada rujukan bola diagnosa demam berdarah dengue.
Tadi Sekda Kota Blitar telah mengungkapkan bahwa kita melakukan kegiatan inovasi, kreatif yang sifatnya lain dari daerah-daerah yang lain. “Kami sangat adanya 3 M yang mungkin ditambah menjadi 10 M yang sifat localwisdom dalam rangka menurunkan demam berdarah dengue. Kami mengapresiasi dengan teman-teman untuk menambah 3 M menjadi M yang lain," tutupnya.( fm).