Foto : Rapat Koordinasi Teknis Stakeholder Pelabuhan Gunungsitoli, dan Pembentukan Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 Pelabuhan Gunungsitoli.

Gunungsitoli, NAWACITAPOST – Dalam mengimpelementasikan Peraturan Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid 19 NomorĀ  13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Idul Fitri 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus ( Covid 19 ) serta Surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.201/1/1/8/DJPL/2021 Tanggal 27 April 2021 Perihal Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Menjelang, Pada Masa Peniadaan dan Pasca Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 ( 1442 ) Hijriah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli menyiapkan perencanaan yang kompetitif dan tersistem yakni melakukan rapat koordinasi teknis stakeholder Pelabuhan Gunungsitoli, membentuk Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 Pelabuhan Gunungsitoli, melakukan kolaborasi dan sinergitas bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli, Pemerintah Daerah Se-Kepulauan Nias, Polres Nias, Kodim 0213 Nias, Kejaksaan Gunungsitoli dan melakukan sosialisasi peniadaan mudik melalui media sosial, media online dan Radio Republik Indonesia serta pemasangan spanduk di sekitar areal Pelabuhan Gunungsitoli.

Foto : Kegiatan Koordinasi Teknis Stakeholder Pelabuhan Gunungsitoli, dan Pembentukan Posko Terpadu Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 Pelabuhan Gunungsitoli.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli melakukan pengetatan penumpang mulai tanggal 22 April 2021 sampai dengan 05 Mei 2021 dengan jumlah penumpang hanya berkisar 60% dari hari biasanya lalu lintas penumpang dan penyekatan penumpang (peniadaan mudik) dilakukan sejak tanggal 06 sampai dengan 17 Mei 2021 dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli sangat berhasil melakukan penyekatan penumpang dengan jumlah penumpang hanya 6% dari hari biasanya lalu lintas penumpang yang terdiri dari supir kendaraan logistik dan penumpang dalam pengecualian dengan memiliki dokumen perjalanan yang lengkap antara lain Surat Tugas dari pimpinan masing-masing instansi bagi aparatur dan swasta, sedangkan untuk masyarakat umum yakni Surat Keterangan Kepala Desa untuk melakukan perjalanan karena keluarga meninggal, sakit dan melahirkan dengan dilengkapi Surat Keterangan Rapid Test Antigen (Covid 19) yang negatif dan selama penyekatan penumpang di Pelabuhan Gunungsitoli berjalan aman, lancar, nyaman tanpa ada kendala apapun.

Baca juga :  Setelah Dubai, Prabowo Terbang ke Austria
Foto : Kepala Kantor KSOP Kelas IV Gunungsitoli, Merdi Loi, S.E., M.M.

Tetap dilanjutkan terus penegakan protokoler kesehatan kepada seluruh penumpang baik yang kedatangan maupun keberangkatan melalui Pelabuhan Gunungsitoli antara lain wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, memiliki surat keterangan rapid test antigen negatif (covid 19) yang berlaku 1 x 24 jam dan seluruh armada kapal wajib melakukan penyemprotan disfektan secara rutin dan termasuk pemeriksaan kesehatan anak buah kapal dan juga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli menjadi prioritas utama untukĀ  pelaksanaan penegakan keselamatan dan keamanan pelayaran yang pasti, aman, nyaman dan selamat sampai tujuan dengan melakukan pemeriksaan dan pengawasan aspek konstruksi kapal, aspek kenavigasian, aspek permesinan, aspek kelistrikan, aspek alat-alat keselamatan, aspek pengawakan kapal, aspek muatan dan termasuk mempedomani prakiraan cuaca yang di keluarkan oleh BMKG dalam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar.

 

Kepala KSOP Kelas IV Gunungsitoli