Pegawai Laki-laki Cuti Sampai Sabtu, KTU RSD Kertosono: Yang Cewek Tetap Masuk
Nganjuk, NAWACITApost.com - Bukannya mendapatkan sanksi, dua pegawai Badan layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, yang diduga kuat terlibat hubungan gelap antar pegawai, salah satunya justru mendapatkan atau diberikan ijin cuti oleh pihak manajemen.
Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com pada berita sebelumnya yang berjudul "Pegawai BLUD Diduga Terlibat Asmara Gelap, Manajemen RSD Ambil Tindakan" dua pegawai RSD Kertosono diduga terlibat hubungan asmara gelap, hingga viral di media sosial.
Menurut Yuliana Kepala Tata Usaha (KTU) RSD Kertosono ketika ditemui mengatakan bahwa, setelah dipanggil dan diberi pembinaan mereka berdua salah satunya diliburkan alias diberi cuti oleh pihak manajemen RSD Kertosono.
"Jadi yang cowok kita berikan cuti hingga hari Sabtu, kami beri ijin untuk menyelesaikan bersama keluarganya atau istrinya, karena sama-sama memiliki keluarga, sebenarnya sebelumnya kami sudah sempat mengingatkan mereka berdua," kata Yuliana pada Kamis (2/11/2023) siang.
Yuliana menambahkan bahwa, istri daripada sang sopir ambulans juga sempat diingatkan supaya tidak koar-koar di media sosial dengan mencatut nama RSD, dikarenakan kelakuan tersebut merupakan ulah dari oknum, dan kejadiannya juga di luar jam kerja atau jam dinas RSD.
"Sebenarnya kemarin kalau kita proses undang-undang ITE, sebenarnya istri dari sopir ambulans itu sudah bisa diproses, tapi wong namanya seperti itu mungkin dikarenakan emosi, sehingga hanya diingatkan untuk menghapus yang mencatut nama RSD," imbuh Yuliana.
Lanjut Yuliana berkata, sebenarnya untuk mereka berdua yang sama-sama berinisial A kami belum tahu betul kebenarannya, karena namanya pelaku juga tidak mungkin mau mengakui, namun versi istri ambulans itu iya.
"Jadi kita secara kepegawaian itu adalah etika, oleh karena itu mereka berdua sudah kami panggil untuk diberi pembinaan, namun untuk pers release kami masih menunggu petunjuk direktur, nanti akan saya sampaikan kepada beliau (direktur red)," ujarnya.
Masih bersama Yuliana KTU RSD Kertosono, secara kepegawaian kami sudah menindaklanjuti, tindak lanjut kami adalah yang bersangkutan dipindahkan, sebenarnya dugaan hubungan gelap mereka tidak ada hubungannya dengan RSUD Kertosono, kembali lagi itu adalah secara personal.
"Cuman karena mereka bekerja sebagai pegawai RSD, dan dengan kelakuan mereka berdua untuk pelayanan sama sekali tidak terganggu, kalau masalah video visual dari saya juga harus menunggu petunjuk dari beliau (direktur red), untuk saat ini beliau lagi zoom meeting," ungkap Yuliana.
Yuliana menjelaskan bahwa, untuk waktu longgar beliau (direktur red) belum bisa dipastikan, dan kalaupun mau menunggu di persilahkan," pungkas Yuliana sambil lalu pergi dari tempat duduk tamu lantai 4 gedung A.(Skr/Sin)