Kamis, 4 Juni 2026

TNI Lumpuhkan 3 Orang KKB

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 2 Mei 2023 | 17:09 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Apresiasi patut diberikan kepada tim gabungan TNI/Polri yang berhasil menguasai persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga. Bahkan, berdasarkan informasi TNI telah melumpuhkan 3 anggota KKB di Sukapa, Intan Jaya, Papua.

Ketiga orang itu terungkap sebagai anggota KKB, saat personel TNI melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan anggota TNI Prada Ginanjar. Anggota TNI yang sedang melakukan pemeriksaan identitas warga, dikejutkan seorang pria berusaha merebut senjata personel TNI.

Kesigapan prajurit TNI mampu mempertahankan senjatanya. Sebaliknya seseorang yang belakangan diketahui merupakan anggota KKB bernama Jems Sukapa itu berusaha melarikan diri.

Personel TNI berhasil melumpuhkan anggota KKB di bagian tangan. Namun, Jems berhasil melarikan diri dengan cara melompat ke dalam jurang dan menghilang.

Berdasarkan informasi dari warga, bahwa ada yang terluka tembak ke Puskesmas Sukapa. TNI langsung mendatangi Puskesmas Sukapa, tetapi Jems Sukapa bersama dua rekannya yang juga tercatat sebagai anggota KKB yakni Januarius Sani dan Janius Bakau berusaha menyerang aparat TNI.

Ketiganya berusaha melarikan diri ke dalam hutan, tetapi personel TNI memberikan tembakan peringatan dan meminta ketiganya menyerah. Masih menurut informasi akun @Prajurit Cenderawasih, ketiga anggota KKB itu justru menembak balik ke arah TNI. Disebutkan, personel TNI yang melakukan pengejaran tersebut terpaksa melumpuhkan ketiganya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko telah mengultimatum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) agar tidak melakukan kekerasan di Papua. Ia menegaskan TNI dan Polri akan mengambil langkah lebih tegas terhadap kelompok separatis ini

"Saya mengingatkan, TNI, Polri akan mengambil langkah-langkah yang lebih tegas. Demi apa? Demi melindungi masyarakat, demi melindungi bangsa dan negara," tegas Moeldoko.

Dalam melancarkan aksinya, KKB menjadikan anak-anak dan kaum perempuan sebagai tameng untuk berlindung, termasuk saat akan ditangkap agar terkesan terjadi pelanggaran HAM dilakukan TNI-Polri. Moeldoko mengatakan kelompok separatis di Papua telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang luar biasa pada masyarakat sipil.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini