Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum Partai Demokrat terpilih hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Moeldoko mengaku tak ingin membebani Presiden Joko Widodo ((Jokowi) saat dirinya diminta memimpin Partai Demokrat. Bagi Moeldoko, untuk sesuatu yang sudah diyakini kebenarannya dan bertintak atas otoritas pribadi, maka ia tak ingin melibatkan orang lain.
"Saya tidak mau membebani presiden," kata Moeldoko, dilansir dari Kompas Tv, Selasa (25/4/2023).
Bahkan, Moeldoko mengaku, dirinya telah berbuat khilaf karena tidak memberitahu istri dan keluarganya atas keputusan tersebut. Menurutnya, ia sudah terbiasa dengan mengambil beragam risiko.
"Apalagi demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini," kata Moeldoko.
Sebagaimana diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta Jokowi tidak melakukan pembiaran atas tindakan Moeldoko yang ingin memecah belah Partai Demokrat. Tak hanya itu, AHY juga pernah meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly tidak mengesahkan kepengurusan hasil KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Saya minta dengan hormat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi kepada KLB ilegal," kata AHY beberapa waktu lalu.