> Menko PMK Kick Off Revolusi Mental di Kampung Ghasong

JAKARTA, NawacitaPost.com Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang. Pembangunan diharapkan berlandaskan pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Maka dari itu, dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045, pemerintah saat ini fokus dalam pembangunan sumber daya manusia, peran perguruan tinggi dalam penguatan sumber daya manusia melalui _Nation and Character Building_.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri acara Kick Off Gerakan Nasional Revolusi Mental Universitas Al-Azhar Indonesia di Kampung Ghasong, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (4/8).

Menko Muhadjir berharap dengan diadakannya Kick Off tersebut dapat memperkuat pembangunan karakter pada masyarakat yang dilakukan dengan menginternalisasi nilai-nilai revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap, Gerakan Nasional Revolusi Mental bisa memperkuat pembangunan karakter masyarakat khususnya yang ada di Kampung Ghasong ini dengan menjunjung tinggi nilai etis kerja, gotong royong, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Tak lupa Menko Muhadjir juga menyambangi beberapa rumah warga yang ada di Kampung Ghasong untuk melihat kondisi rumahnya secara langsung.

Menurutnya, masih diperlukan perbaikan terhadap beberapa fasilitas yang ada di Kampung Ghasong seperti sanitasi air bersih, ketersediaan air minum, serta ketersediaan MCK yang memadai.

“Pada daerah masih ini perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pada fasum berupa air bersih, air minum, terutama pembuatan sebagai MCK sanitasi yang aman sehingga anak-anak di sini bisa hidup dengan sehat,” tuturnya.

Baca juga :  Haru, Bangga Bupati Alfedri Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kabupaten Siak

Selain itu, Menko Muhadjir juga berpesan bahwa pemenuhan hak-hak dasar wajib dilakukan oleh pemerintah kepada warganya sehingga dapat menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas.

“Karena ini, bagaimanapun mereka adalah warga negara Indonesia maka dari itu harus dipenuhi hak-hak dasarnya sebagai warga negara misalnya seperti pembuatan fasum tadi, lalu pelayanan kepemilikan NIK maupun yang belum mendapatkan KIP bagi anak-anak disini wajib terpenuhi seluruhnya sehingga nantinya dapat menghasilkan SDM yang unggul dari sini,”

Pada acara tersebut turut hadir pula Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Dewan DKI Jakarta Uus Kuswanto, Walikota Wilayah Administrasi Jakarta Selatan Munjirin, Plt. Camat Setiabudi Tomy Fudihartono, Lurah Menteng Atas Wawan Hermawan, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saefudin beserta jajarannya.(FN)

Tinggalkan Komentar