Nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Syabda Perkasa Belawa menjadi pahlawan Indonesia pada laga Grup A Piala Thomas 2022 di Impact Arena, Rabu (10/5/2022). Dia membawa tim bulu tangkis putra mengalahkan Korea Selatan 3-2.

Syabda Perkasa menjadi atlet terakhir pada penentuan juara Grup A Thomas Cup 2022 melawan Korea Selatan.

Tim Indonesia sempat terdesak karena kekalahan Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan gado-gado Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus mengakui keunggulan lawan.

Sang juara bertahan kemudian menyamakan kedudukan melalui Shesar Hiren Rhustavito dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Sorotan kemudian tertuju kepada Syabda. Didapuk sebagai tunggal putra ketika karena Jonatan Christie diistirahatkan, nasib Indonesia berada di pundaknya. Kekalahan akan membuat tim kehilangan status juara grup, yang berarti terancam langsung bertemu lawan kuat di perdelapan final Thomas Cup 2022.

Namun, Syabda menunjukkan potensi dan karakter. Pemain berusia 20 tahun itu menunjukkannya saat memenangkan gim pertama dan ketiga.

Pada gim pertama, Syabda defisit 6-10. Dia lalu merebut 11 poin beruntun untuk memutar keadaa. Di gim penentu, kembali tercecer 7-12. Tapi dia lagi-lagi meraih sembilan angka berturut-turut sebelum akhirnya membawa tim meraih kemenangan 21-14, 11-21, 21-16.

“Saya sangat bersyukur dan senang bisa jadi penentu kemenangan buat tim. Ini tidak lepas dari dukungan para senior dan idola saya di,” kata Syabda.

Syabda lahir di Jakarta dan menimba ilmu bulu tangkis bersama PB Djarum. Bergabung pada 2013, dia menorehkan berbagai prestasi bagi klub berbasis Kudus tersebut.

Salah satu prestasi Syabda Perkasa adalah menjadi juara turnamen Jakarta Junior International Series 2019 (tunggal putra U19). Dia lalu membawa pulang medali perak PON XX Papua 2021 (tunggal putra). Saat ini Syabda menempati peringkat 636 BWF.

Baca juga :  Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto Melayat mantan Danjen kopassus Widjojo Soejono

Melawan Korea Selatan di Piala Thomas, Syabda mengaku tidak membayangkan akan menjadi atlet penentu. Dia sebelumnya merasa Indonesia sudah bakal memastikan kemenangan terlebih dahulu.

“Tadi pagi saat joging dengan Kak Ginting (Anthony Sinisuka Ginting), dia tanya kalau misalnya Indonesia imbang dua sama bagaimana? Saya sama sekali tidak menjawab dan tertawa saja, karena saya pikir pasti bisa diurus oleh senior yang lebih dulu tampil,” ceritanya.

“Ya bagaimana lagi, karena saya diturunkan pada partai terakhir jadi harus bertanggung jawab di lapangan. Saya harus kasih yang terbaik,” ungkap Syabda.