Jumat, 5 Juni 2026

Menkeu Nilai Perubahan Iklim Bakal Jadi Ancaman Baru Selain Pandemi Covid-19

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Kamis, 29 Juli 2021 | 13:54 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Ancaman yang harus dipikirkan oleh seluruh dunia bukan lagi Pandemi Covid-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebut perubahan iklim sebagai ancaman yang tak disadari. Menurutnya perubahan iklim terjadi akibat penggunaan energi yang besar dalam mobilitas suatu negara, hal ini tentu tak dapat dihindari oleh siapapun.

"Climate change adalah global disaster yang magnitude-nya diperkirakan akan sama seperti pandemi Covid-19," ujarnya dalam ESG Capital Market Summit, Selasa (27/7/2021).

Ia menjelaskan, ancaman perubahan iklim dapat muncul seara tiba-tiba dan dengan cepat berdampak bagi seluruh dunia layaknya pandemi Covid-19. Berdasarkan penelitian ilmuan dunia, perubahan iklim dinilai sebagai ancaman bencana yang nyata di kemudian hari.

"Sama seperti pandemi, tidak ada satu negara yang bisa escape atau terbebas dari ancaman climate change. Bahkan sama seperti pandemi, negara yang paling tidak siap dari sisi sistem kesehatannya, dari sisi kemampuan fiskalnya, dari sisi disiplinnya dan dari kemampuan untuk mendapatkan vaksin dan melakukan vaksinasi mereka mungkin akan terkena paling berat dampaknya dari pandemi," kata dia.

Perlu diketahui, berdasarkanĀ laporan United Nations Environment Programme (UNEP) disampaikan bahwa dunia saat ini suhunya 1,1 derajat celcius lebih hangat di bandingkan kondisi pra industrialisasi, yaitu pada saat dunia belum mengalami industrialisasi yang begitu mengubah global ekonomi saat ini. Saat ini karena adanya kenaikan mobilitas dan industrialisasi, temperatur dunia menjadi lebih hangat 1,1 derajat celcius.

Artinya, konsekuensi yang sudah sangat luar biasa adalah di berbagai belahan dunia bisa terjadi fenomena yang cukup katastropik.

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini