Ilustrasi penggrebekan aksi pijat (dok. lombokinsider.com)

Jakarta, NAWACITAPOST – Dalam upaya menekan angka persebaran virus corona, Presiden bekerja sama dengan seluruh masyarakat untuk turut mematuhi protokol kesehatan (Prokes) jajaran kepolisian pun sudah dihimbau agar tegas menindak pelanggar Prokes.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang merupakan usaha Presiden dalam menangani Covid-19 rencananya berakhir pada 20 Juli 2021 mendatang, posko-posko penyekatan diberbagai perbatasan daerah juga sudah didirikan pihak kepolisian sejak PPKM hari pertama.

Selain mendirikan posko dan mengatur penyekatan wilayah, polisi aktif melaksanakan patroli guna memastikan PPKM Darurat berjalan optimal, sehingga upaya menekan laju penyebaran Covid-19 berhasil. Informasi terakhir, polisi melakukan sweeping hotel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dilakukannya penggrebekan ini adalah diduga pihak hotel membuka layanan pijat ditengah pemberlakuan PPKM.

“Ditemukan satu kegiatan yang kami duga melanggar instruksi Mendagri dan Keputusan Gubernur, dimana kegiatan tersebut spa dan pijat dilaksanakan di hotel G2,” ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Ardiansyah kepada wartawan, Selasa (06/07/2021).

Mengingat penyebaran Covid-19 di wilayah DKI Jakarta yang menyentuh level 4, Polisi menilai seharusnya lokasi pariwisata tutup selama pemberlakuan kebijakan PPKM.

Berdasarkan temuan tersebut, polisi mengamankan kurangnya 15 orang terapis pijaat. Polisi menduga pengelola hotel secara diam-diam menyelenggarakan kegiatan yang bertentangan dengan aturan-aturan selama PPKM Darurat.

“Ada 15 terapis pijat, dikelola satu orang dengan inisial AC,” kata Azis.

Atas kasus ini polisi menegaskan pelaku akan dijerat dengan Pasal 93 Junto Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Baca juga :  Bubarkan HTI Bukan Berarti Pemerintah Benci Ormas Islam