Panglima TNI Saat Raker Ajukan Tambahan Anggaran Rp3,2 Triliun

0
189

Jakarta, Nawacitapost – Rapat Kerja Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara virtual dengan Komisi I DPR, Rabu (15/4) meminta tambahan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19.

Dikatakan Panglima TNI, dalam kesempatan itu melaporkan kebutuhan anggaran yang belum terdukung sebesar Rp3,2 triliun. Ia pun menjelaskan dari pagu anggaran yang diajukan, sebesar Rp4,1 triliun akan digunakan untuk pengerahan 90.000 personil TNI dalam membantu penanganan Covid-19 selama 150 hari.

“Dalam kesempatan ini saya laporkan kebutuhan anggaran yang belum terdukung sebesar Rp3,2 triliun,” kata Hadi.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu menjelaskan dari jumlah anggaran yang diajukan, sebesar Rp1,4 triliun akan digunakan untuk pengerahan 90.000 personel TNI dalam membantu penanganan Covid-19 selama 150 hari.

Personil TNI selama 90 hari kata mantan KSAU itu, akan dilibatkan dalam operasi kontigensi dan 60 hari dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan demikian kata Hadi, Rp81 triliun akan digunakan untuk kebutuhan alat kesehatan di 109 rumah sakit TNI untuk kesiapan penanganan Covid-19.

Panglima TNI pun menjelaskan bahwa pengalihan atau realokasi anggaran TNI tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp196,8 miliar. Ia juga menjabarkan pengalihan anggaran itu akan dibagi ke Mabes TNI sebesar Rp25,7 miliar, TNI AD Rp39,9 miliar, TNI AL Rp64,5 miliar, dan Rp69,5 miliar untuk TNI AU.

“Untuk refocusing anggaran di Mabes TNI digunakan untuk alat laboratorium PCR sebesar Rp14,8 miliar, dan reagen kit khusus virus corona sebesar Rp10,9 miliar,” ujarnya.

Masih diungkapkan Hadi, pengalihan anggaran TNI AD digunakan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD), rapid test Covid-19, swab test, dan wireless smart helmet with mass temperature screening.

Sementara, pengalihan anggaran TNI AL digunakan untuk peningkatan atau pengadaan fasilitas dan sarana prasarana di Rumah Sakit Pasir Angin termasuk ruang isolasi, alat bantu pernapasan, APD, reagen rapid test Covid-19, insentif tenaga medis, dan bahan baku sanitizer.

“Pengalihan anggaran di TNI AU digunakan untuk insentif tenaga kesehatan di RSPAU dr. Hardjolukito, RSAU dr. Moh. Salamun, RSAU dr. Esnawan Antariksa. Selain itu untuk APD, PCR test kir, dan APD laboratorium,” katanya.