Sri Mulyani Masuk Daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes

1
224
Sri Mulyani Pangling melihat Tito Karnavian di Ratas

Jakarta,NAWACITA- Forbes kembali merilis daftar The World’s 100 Most Powerful Women. Sri Mulyani menjadi satu-satunya perempuan asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Dikutip dari Forbes, Sri Mulyani Indrawati berada di peringkat 76 dalam daftar The World’s 100 Most Powerful Women.

Sementara, Kanselir Jerman Angela Merkel berada di peringkat pertama. Kemudian, posisi kedua diisi oleh Christine Lagarde, Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB). Pada daftar tersebut, terdapat 100 perempuan di seluruh dunia yang mengambil peran di sektor pemerintahan, filantropi dan media.

Selain itu, sederet artis juga masuk dalam daftar tersebut. Di antaranya Rihanna (peringkat 61), Beyoncé Knowles (peringkat 66), Taylor Swift (peringkat 71), dan Reese Witherspoon (peringkat 90).

Forbes menyebutkan, sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani dinilai menambah pendapatan negara melalui reformasi pajak. Ia memperluas layanan e-filling dan menunjang kepatuhan pembayar pajak.

“Tahun lalu, Sri Mulyani memperoleh penghargaan Menteri Terbaik yang prestisius di World Government Summit atas usaha-usahanya untuk menerapkan reformasi,” tulis Forbes.

Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962, dan merupakan anak ketujuh dari pasangan Prof Satmoko dan Retno Sriningsih.  Dia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia setelah menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Semarang pada 1981 silam. Setelah itu, Menkeu yang akrab disapa SMI itu melanjutkan kuliah di University of lllinois Urbana Champaign AS, hingga mendapat gelar Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, AS pada 1992.

Karier  Sri Mulyani mengawali kariernya di pemerintahan dengan menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2004 di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Setahun di Bappenas, Sri Mulyani dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 2005 hingga 2010.

Dia juga sempat menjadi Plt Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008 hingga 2009. Setelah itu, Sri Mulyani berkiprah di lembaga internasional dengan menjabat sebagai Direktur Pelaksana World Bank pada 2010 hingga 2016. Saat di Bank Dunia, Sri Mulyani mempromosikan tentang persamaan gender. Di bawah pemerintahan Joko Widodo, Sri Mulyani kembali ke Indonesia dengan menjabat sebagai Menteri Keuangan selama dua periode yakni periode 2016 hingga 2019 dan 2019 sampai 2024.

 

Comments are closed.