Pernyataan Sikap DPP Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Tentang Ceramah Ust. Abdul Somad

1
1631
Pernyataan Sikap DPP Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Tentang Ceramah Ust. Abdul Somad
Pernyataan Sikap DPP Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Tentang Ceramah Ust. Abdul Somad

Jakarta, NAWACITA – Kisruh pernyataan Ust. Abdul Somad dalam ceramahnya di Pekanbaru, menimbulkan polemik di antar penganut beragama. Ust. Somad memberi alasan, bahwa penjelasannya tentang Salib dan ‘Setan Jin Kafir’, hanyalah penjelasan bersifat keilmuan di kalangan umat Islam saja.

“Saya hanya menjawab pertanyaan umat, juga hanya menjelaskan kebenaran tentang Nabi Isa dalam pandangan Islam. Lagian, saya menyampaikan hal itu, bukan di depan publik, tapi di ruang tertutup. Jadi, saya tidak merasa bersalah mengatakannya” ungkap Somad dalam video klarifikasinya (18/8/2019).

Berikut pernyataan Sikap MUKI 2019.

Sukacita dan bahagia sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-74 tercoreng dengan viralnya isi video Ustad Abdul Somad berjudul Hukum Melihat Salib yang sangat bernuansa pelecehan dan penistaan agama resmi di bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia yang dicintai ini, dibangun sebagai negara bangsa dengan pemahaman semua warga negara diikat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika tersebut, masyarakat dan bangsa Indonesia mengakui keberagaman suku, ras, bahasa dan agama yang hidup, berkembang dan tumbuh subur di bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isi ceramah Ustad Abdul Somad dalam video berjudul Hukum Melihat Salib telah mencinderai kebhinnekaan yang terpelihara di negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya yang saling menghargai agama dan kepercayaan masingmasing umat di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Sesungguhnya kehadiran tokoh agama dan tokoh masyarakat harusnya menjadi teladan dan panutan bagi banyak orang, dan bukan sebaliknya menyeret masyarakat dalam konflik dan perpecahan serta bukan juga untuk membangun rasa kebencian, permusuhan dan dendam yang terus dipelihara.

Isi video Ustad Abdul Somad tersebut, dapat berdampak rusaknya hubungan toleransi antar pemeluk agama dan kepercayaan yang merupakan modal dasar dalam keberlangsungan hidup sebagai negara bangsa yang majemuk. Dan kalau hal ini terus dibiarkan pada akhirnya dapat membawa masyarakat dan bangsa pada perpecahan yang bermuara runtuhnya keberadaan kita sebagai bangsa dan negara.

  1. Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) menyatakan sikap: 1. Meminta kepada Ustad Abdul Somad untuk memberikan klarifikasi isi ceramah tersebut dan meminta maaf atas isi ceramah yang berjudul Hukum Melihat Salib yang bernuansa penghinaan dan penistaan agama.
  2. Meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk hadir dan bertindak tegas terhadap semua konten ceramah keagamaan yang bernuansa menerbar rasa kebencian dan penistaan agar kejadian seperti ini tidak terus berulang dan berulang. 3. Meminta kepada Pengurus dan Anggota MUKI di seluruh Indonesia, agar tetap tenang dan wasapada serta menyerahkan sepenuhnya penyelesaian secara hukum isi video Ustad Abdul Somad yang berjudul Hukum Melihat Salib kepada aparat penegak hukum yang berwenang untuk itu. 4. Meminta kepada semua pihat untuk menahan diri dalam merespon dan bertindak dan selalu mengedepankan keutuhan bangsa dan negara dalam penyelesaian isi video Ustad Abdul Somad, agar bangsa ini terhindar dari malapetaka perpecahan. Demikian penyataan sikap Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungan bangsa dan negara Indoneia yang kita cintai ini.

Jakarta, 18 Agustus 2019.

DEWAN PIMPINAN PUSAT MAJELIS UMAT KRISTEN INDONESIA

Ttd.

Ketua Umum: Djasarmen Purba, SH.

Sekretaris Jenderal: Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th

Comments are closed.