Program Kerakyatan Jokowi-Ma’ruf, Nafkahi Janda dan Petani Dari APBN

1
280

Jakarta, NAWACITA– Kopi Politik Syndicate (KPS) yang merupakan relawan Jokowi – KH. Ma’ruf Amin mengusulkan program janda dinafkahir negara, gaji untuk petani, hingga mengaji setelah salat maghrib.

Direktur Eksekutif KPS Indra Budiman menerangkan bahwa program ini sedang disiapkan untuk para pemilih. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin jika terpilih nanti diyakini bisa mengerjakan program ini.

“Program ini berbasis sumber daya manusia. Petani jika digaji maka bisa meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan secara langsung. Maka tidak ada lagi yang namanya orang desa pindah ke kota karena masalah perut,” kata Indra Budiman, di Kopi Politik kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (3/1).

Sebagai negara agraria kata BI sapaan akrabnya, kita mempunyai kekayaan alam yang melimpah sehingga program seperti ini sangat relevan untuk diwujudkan.

“Tidak hanya petani, pemerintah juga bisa menggaji nelayan dan memberikan subsidi untuk buruh dan rakyat miskin,” ujarnya.

Selain itu pula, KPS menginginkan agar pemerintah Jokowi di periode kedua jika terpilih bisa menjamin para janda dengan memberikan nafkah. Mendidik anak bangsa yang merupakan generasi berikutnya merupakan tugas dari seorang janda.

“Janda yang tidak mampu harus bisa dinafkahi. Ini bentuk penghargaan pada para ibu dan diatur di Agama Islam, untuk memperhatikan janda, anak yatim dan kaum miskin,” tegasnya.

Tak hanya itu kata dia, KPS dalam masa kampanye akan melakukan sosialisasi agar mengaji setelah magrib kepada keluarga muslim.

“Ini penting, agar akhlak dan moral Islam tertanam sejak dari keluarga. Kami mendukung program pemerintahan Jokowi ke depan yang lebih memperhatikan sumber daya manusia untuk Indonesia Jaya,”tuturnya.

 

 

(Red: Faiz, sumber JPNN)

Comments are closed.