Ridwan Kamil Terinspirasi 3 Oktober Dijadikan Hari Hoaks Nasional

1
311
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.(Foto: Ist)

Bandung, NAWACITA– Kejujuran Ratna Sarumpaet pada tanggal 3 oktober 2018 atas kebohonganya kepada publik terkait penganiayaan yang dia alami mengispirasi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai hari anti hoax nasional.

Ridwan Kami menilai pada tanggal itu telah terjadi momentum yang akan selalu diingat. Dimana masyarakat Indonesia termakan berita hoax Ratna Sarumpaet aktivis hak asasi manusia (HAM).

“Ini saran saya agar 3 oktober dijadikan sebagai hari anti hoax. Momentum pengakuan aktifis HAM tersebut merupakan berita Hoax yang terbaik, ‚Äútutur Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (4/10).

Kang Emil sapaan akrab dari Gubernur Jabar tersebut menuturkan bahwa rekayasa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet telah meracuni pikiran elite partai dan tokoh-tokoh nasional. Kebohongan yang dia alami membuat para elit dan tokoh nasional ikut bersimpati dan menyuarakan keadilan hingga akhirnya menjadi korban.

“Yang jadi korban level elit-elit nasional dan ini hikmah bahwa kondisi bangsa Indonesia seperti ini mudah dibohongi,” ujarnya.

Berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran. Agar bisa terus diingat maka diusulkan 3 Oktober sebagai hari Anti Hoax nasional.

Selain itu, Kota Bandung sangat dirugikan maka sebagai Gubernur Jawa Barat, dirinya meminta Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada warga Bandung. Karena perihal hukum akan ada pihak analisanya.

“Karena warga Jabar khususnya Bandung banyak dirugikan, komplen merasa Bandung jadi tidak aman karena berita bohong itu. Angkasa Pura II Bandara juga rusak dianggap tidak ada pengaman, (militer) AU juga merasa tercoreng seolah-olah kecolongan, itu kan berita bohong. Jadi mengimbau cukup untuk minta maaf,” pungkasnya.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet dikabarkan dipukuli oleh orang tidak dikenal di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September 2018 lalu. Namun akhirnya berita tersebut merupakan hoax karena fakta-fakta di lapangan tidak ada dugaan penganiayaan di Bandung. Dilanjut dengan pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa berita itu hoax.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Jawapos)

Comments are closed.