Menteri Yasonna: KPU Jangan Hilangkan Hak Mantan Narapidana Nyaleg

0
57
Keterangan: Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sedang menjawab pertayaan awak media di Istana Wakil Presiden

Jakarta, NAWACITA– Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tidak melarang para mantan narapidana untuk menjadi calon legislatif (Caleg).

 

Yasonna mengganggap rencana KPU membuat peraturan pelarangan bagi para mantan narapidana untuk menjadi wakil rakyat dari tingkat walikota, kabupaten, provinsi hingga pusat merupakan menghilangkan hak politik seseorang.

 

“Sebaiknya itu diatur di materi undang-undang, kalau ada di tingkat peraturan teknis KPU, maka KPU itu tidak boleh menciptakan norma yang menghilangkan hak. Itu undang-undang yang mengatur,” ujar Yasonna ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Kamis (26/4).

 

Tak dipungkiri pula, Yasonna memberikan apresiasi langkah baik yang diusulkan KPU untuk melarang narapidana mendaftar sebagai bakal caleg. Adapun usulan ini dituangkan dalam draf PKPU terkait pencalonan anggota legislatif.

 

“Maksud (KPU) itu baik sekali, tetapi menurut saya mencabut hak dan menghilangkan hak politik orang itu adalah materi undang-undang bukan ketentuan teknis seperti peraturan KPU,” kata Yasonna.

 

Adapun, Yasonna mempersilakan KPU untuk tetap meneruskan pasal pelarangan tersebut dalam pembahasan draf PKPU. “Kalau KPU ngotot, ya silakan. Tetapi ya nanti akan diuji, kalau ada orang yang menguji ke MA biarlah itu domainnya partai politik untuk melakukan itu,” ujar Yasonna.

 

Sebelumnya, KPU ingin membuat terobosan baru dengan mengatur larangan bagi mantan terpidana kasus korupsi untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD maupun DPD. KPU beranggapan bahwa caleg yang berpotensi terpilih sebagai penyelenggara negara memiliki kewajiban untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi, seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999.

 

 

 

(Red: Ibnu, sumber Republika)