Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Awasi Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada

0
179
Keterangan: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta, NAWACITA– Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengkhawatirkan peredaran uang palsu menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Ia meminta pemerintah memperketat pengawasan agar tidak muncul uang palsu ditengah masyarakat saat Pilkada dan Lebaran.

 

“Jangan sampai para oknum memanfaatkan pilkada dan lebaran untuk mengedarkan uang palsu. Dan ini sudah biasa terjadi, “ungkap Bambang dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Minggu (22/4).

 

Dirinya mengapresiasi langkah Bareskrim yang sedang melakukan penyelidikan atas tertangkapnya para sindikat pemodal, pembuat dan pengedar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

 

Bambang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai uang yang diterima dari pihak lain karena dirinya mensinyalir peredaran uang palsu sedang marak sehingga meminta masyarakat untuk membeli ataupun menukar uang hanya di bank pemerintah maupun swasta dan tempat penukaran uang.

 

“Masyarakat juga harus selalu waspada dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang guna meminimalisasi terjadinya penipuan uang palsu,” ujarnya.

 

Ia meminta Polri harus mengusut tuntas sindikat uang palsu dan menjerat mereka dengan hukuman berat bagi pihak-pihak yang terlibat demi menimbulkan efek jera.

 

Selain itu pula, politisi Golkar ini mengingatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) mengawasi peredaran uang yang ada

 

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri menetapkan AP sebagai tersangka peredaran uang palsu yang diduga berperan sebagai pemodal.

 

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan berdasarkan hasil penyidikan sementara, AP mengaku mengedarkan uang palsu karena terlilit utang.

 

“AP berharap mendapatkan uang dengan cepat untuk melunasi seluruh utangnya,” katanya.

 

Daniel mengatakan Polri juga menangkap tiga tersangka lainnya yaitu AK (56), AD (62), dan AM (35), masing-masing memiliki peran yang berbeda, mulai dari mendesain hingga mencetak

 

 

 

(Red: Ibnu, sumber teropong senayan)