Ritual Pembinaan Kemenkumham di Lapas Anak Pecahkan Rekor MURI

16
235
Keterangan: Yasonna H. Laoly Menteri Hukum dan HAM menerima penghargaan dari MURI

“Kegiatan Family and Society Gathering di LPKA Tangerang diisi dengan permohonaan maaf anak kepada  orangtuanya sebagai bentuk penyadaraan dan pembinaan kepada para penghuni”

 

Tangeran, NAWACITA– Ritual membasuh kaki orangtua dari 100 Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang menjadi moment besar yang dilakukan oleh Kementrian Hukum dan HAM.

 

Suasana haru dan tangis baik anak dan orang tua saat anak memohon maaf kepada orang tuanya yang telah melahirkan mereka. Ini merupakan langkah Kemenkumham dalam melakukan pembinaan dan penyadaran kepada para penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

 

Acara ritual ini dikemas dalam acara Family and Society Gathering di LPKA Tangerang sebagai rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-54 tahun 2018. Bahkan, ritual tersebut berhasil memecahkan rekor MURI karena dilakukan serentak oleh Anak di LPKA seluruh Indonesia.

 

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembinaan kepribadian dalam rangka menguatkan dan membentuk mental dan spiritual Anak, menumbuhkan kreativitas dan minat Anak dalam karya seni, serta memupuk rasa kasih sayang Anak terhadap orangtua dalam rangka mewujudkan darma bakti Anak kepada orangtua.

 

“Mudah-mudahan setiap detik, setiap hari, dan sepanjang tahun kalian selalu ingat akan jasa orangtua,” pesannya.

 

Ia sangat bangga pada seluruh Anak di LPKA karena banyak meraih prestasi walau sedang menjalani pembinaan. “Harapan saya lebih banyak lagi Anak-anak yang bisa meraih prestasi dibidangnya masing-masing dalam mewujudkan semboyan Kreativitas Tanpa Batas,” ujar Yasonna.

 

Selain itu pula, Kemenkumham mengajak segenap tokoh masyarakat, agama. pemerintah daerah setempat, dan lembaga sosial kemasyarakatan yang menaruh perhatian bagi Anak untuk bersana-sama mendukung dan mengembangkan pendidikan dan kreativitas Anak melalui program kerja sama pembinaan Anak.

 

“Untuk Anak-anak di LPKA seluruh Indonesia, saya imbau agar terus semangat dalam mengikuti program pembinaan serta saling berlomba untuk menunjukkan prestasi terbaik sesuai minat dan bakat kalian dengan tetap menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan,” pintanya.

 

Selain ritual membasuh kaki orangtua, Anak LPKA Tangerang juga mengkhatamkan Al Quran dengan membaca tiga surat terakhir secara bersama-sama serta melukis bersama di kanvas besar yang diawali oleh coretan Menkumham.

 

 

 

 

(Red: Ndru, sumber kemenkumham)

Comments are closed.