Partai Demokrat Bimbang, Pencapresan AHY Bisa Tertunda

9
208
Keterangan: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma)

 

Jakarta, NAWACITA – Partai Demokrat belum memutuskan sikap politiknya menuju pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Partai Demokrat merupakan partai penguasa selama dua periode 2004 – 2009  dan 2009-2014.

 

Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Agus Hermanto menjelaskan bahwa sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) di desak kader untuk maju dalam bursa capres 2019.

 

Akan tetapi kata Agus, pencalonan AHY tidak mudah. Harus melibatkan partai lain untuk memenuhi syarat pencalonan. Sedangkan Petahana sendiri, sudah banyak mendapatkan dukungan parpol di Parlemen.

 

“Kita ketahui bahwa UU Pemilu itu kan untuk menjadikan the next leader itu harus punya 20 persen dari kursi DPR RI. Partai Demokrat kita memiliki 10 persen lebih, sehingga harus berkoalisi,” ungkap Agus di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu kemarin (11/4).

 

Oleh karena itu, Agus mengakui bahwa saat ini Demokrat belum mengambil sikap apakah membentuk poros baru atau bergabung dalam koalisi pendukung petahana Joko Widodo. Dan pilihan lainya masuk dalam koalisi oposisi dalam mendukung Prabowo Subianto.

 

“Saat ini Partai Demokrat, tetap kita berkoalisi untuk mencari solusi. Apakah itu menjadi poros ketiga ataupun tetap dua poros. Tetapi yang jelas kita inginkan bahwa Mas Agus ini mah di next leader,” tegas Agus.

 

Dilanjutkanya, bila melihat peta politik. Poros pencalonan sudah mengkerucut pada koalisi pemerintah atau koalisi oposisi. Kemungkinan dua poros ini sudah mempunyai calon masing-masing.

 

“Kan poros sudah ada itu poros dari Pak Jokowi dan poros dari Pak Prabowo,” imbuhnya.

 

Masalah poros ketiga, Agus mengaku kemungkinan paling besar adalah menjalin koalisi dengan PKB dan PAN yang hingga saat ini juga belum menentukan sikap. Namun, tidak menutup kemungkinan Demokrat berkoalisi dengan partai lain.

 

“Karena kita ketahui sekarang koalisi semuanya masih cair. Bisa saja yang sekarang ada menyatakan koalisi dengan Pak Jokowi, juga bisa saja belum bulat. Tetapi juga bisa juga sudah bulat. Semuanya kita tergantung dari pada koordinasi-koordinasi yang kita laksanakan,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Red: Ibnu, sumber Kumparan)

 

Comments are closed.