Keterangan: Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo Menerima Kunjungan Para Musisi Indonesia (Foto Tribunnews)

Jakarta, NAWACITA– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menerima para musisi nasional dalam rangka pembahasan masa depan musik Indonesia.

 

Bajak membajak dunia musik menjadi sebuah persoalan yang menjadi pembahasan di DPR RI dalam merampungkan RUU Permusikan. Karya anak  bangsa harus dihargai dan bisa menjadi sebuah prestasi Indonesia di mata dunia sehingga RUU ini dipercepat untuk menjadi undang-undang.

 

“Saya berharap musik Indonesia bisa eksis di kancah musik mancanegara. Kelak dunia bukan hanya mengetahui K-Pop saja, namun juga musik dari Indonesia. Bukan tidak mungkin pula negara kita akan menjadi negeri musik dunia,” ujar Bamsoet, begitu ia akrap disapa, saat menerima Komite Musisi Indonesia di ruang kerja Pimpinan DPR RI, Jakarta, Rabu Kemarin (05/4).

 

Ia menjelaskan kunci utama eksistensi sebuah karya adalah adanya perlindungan dan kepastian hukum. Usai RUU Pemusikan disahkan, diharapkan mampu membuat para musisi kian bergairah dalam memproduksi karya berkualitas.

 

“RUU Permusikan bisa menjadi payung hukum bagi para musisi dalam mendapatkan hak komersil atas karyanya. Melahirkan sebuah karya seni seperti lagu sangat tidak mudah,” ungkapnya.

 

“Jika negara bisa menjamin penghargaan atas karya para musisi, masa depan musisi dan pekerja musik Indonesia bisa dipastikan akan cerah,” kata Bamsoet.

 

Bagi politisi Golkar itu, arah Bangsa Indonesia dalam memajukan industri kreatif sudah tepat. Terlebih setelah Presiden Jokowi membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai lembaga yang khusus mendorong dan menumbuhkan kreatifitas serta daya inovasi bangsa.

 

Rekan-rekan musisi, kata dia, harus dapat memanfaatkan keberadaan Bekraf secara maksimal. Salah satu contohnya adalah kesukseskan penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia.

 

“Duabelas poin hasil Konferensi Musik Indonesia yang disampaikan ke DPR maupun pemerintah akan mendapat perhatian serius dari kami. DPR melalui fungsi legislasi akan mempelajari berbagai poin tersebut sehingga bisa kita masukan penerapannya di RUU Permusikan,” katanya.

Baca juga :  Implementasikan program Kapolda Banten, Kapolres Cilegon Saba Pesantren Al - Dairah Kota Cilegon

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Indonesia sudah punya aturan perlindungan bagi berbagai profesi, seperti wartawan, dokter, advokat, maupun pekerja kantoran pada umumnya.

 

Namun, sayangnya, belum ada payung hukum perlindungan terhadap pekerja seni. Lantas, menurutnya RUU Permusikan bisa menjadi jawabannya.

 

“Saya ingin DPR RI periode ini meninggalkan legacy yang baik dan bermanfaat. Pekerja seni merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Karena itu para pekerja seni juga harus dilindungi oleh negara melalui peraturan perundangan. Tentu DPR tak bisa sendirian, butuh kerjasama dan masukan dari para musisi agar RUU Permusikan yang dihasilkan betul-betul bisa menjawab berbagai kegelisahan para musisi,” pungkasnya.

 

Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Komisi X DPR RI yang juga musisi, Anang Hermansyah, serta berbagai musisi dari lintas generasi, antara lain Glen Fredly, Irfan Aulia, Kadri Mohamad, Damon Koeswoyo, Frangki Rapen, Andrini Kusuma, dan pengamat musik Bens Leo.

 

 

 

 

(Red: Hulu)

Comments are closed.