Menteri Yasonna: Sebuah Penelitian Harus Berasal Dari Sumber Yang Valid

57
213
Keterangan: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly

 

Jakarta, NAWACITA- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly membuka Rapat Kerja (Raker) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Graha pengayoman, Rabu (04/4).

 

Dalam arahanya, Menteri Yasonna mengingatkan para jajaranya betapa penting sebuah hasil penelitian. Sebuah pedoman dan keputusan yang baik selalu berasal dari sebuah hasil kajian yang benar.

 

“Peran penelitian merupakan jantung penting dalam suatu lembaga, oleh karenanya jika kita ingin maju dalam merumuskan kebijakan harus berpijak kepada penelitian yang benar, maka hasilnya pasti mendekati benar seperti kaidah-kaidah metodologi penelitian”,tutur Yasonna.

 

Menkumham berharap kepada para peneliti untuk menjaga etika, sehingga data yang diambil betul-betul valid, sehingga siapapun menterinya yang mengambil kebijakan berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat memanfaatkan hasil penelitian tersebut dan menjadi referensi.

 

“Saya meminta sebuah hasil penelitian teruji. Sumbernya lengkap, tepat dan benar bukan asal penelitian, ujarnya.

 

Raker yang mengusung tema Peningkatan Kapabilitas Badan Penelitian dan Pengembangan  Hak Asasi Manusia diikuti oleh jajaran Peneliti Hukum dan HAM tersebut bertujuan untuk penguatan manajemen penelitian dan fasilitatif penelitian guna meningkatkan kualitas hasil penelitian dan pengembangan Badan Litbang Hukum dan HAM, juga untuk menyusun arah dan kebijakan Balitbang HAM ke arah kapabilitas berstandar nasional dan internasional (kategori I).

Comments are closed.