KPK: Walikota Malang dan 18 anggota DPRD Sah Berstatus Tersangka

0
242
Keterangan: Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan

 

Jakarta, NAWACITA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Malang, Jawa Timur Moch Anton tersangka kasus dugan suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2015.

 

“MA (Moch Anton) selaku Wali Kota Malang diduga memberi hadiah atau janji, padahal diketahui hadiah atau janji yang berhubungan dengan pekerjaanya bertentangan pada kewajibannya,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (21/3).

 

Selain menjerat sang wali kota, KPK juga menetapkan 18 orang tersangka lain dari unsur legislatif. Dua diantaranya diketahui merupakan pimpinan dan 16 sisanya adalah anggota DPRD Kota Malang preode 2014-2019.

 

“Setelah mengumpulkan data dan dari hasil sidang, dilakukan penyelidikan lebih dalam dan mencermati fakta persidangan sehingga ditemukan 2 bukti permulaan untuk penyidikan beberapa orang lainnya. Jumlanya 19 orang,” imbuh Basaria. 

 

Terkait kasus ini, KPK sebelumnya telah menetapkan dua orang tersangka yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono, dan mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

 

Arief diduga menerima suap sebesar Rp 700 juta dari Jarot, yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang.

 

 

(Red: Hulu, sumber istimewa)