Nilai Tukar Rupiah Semakin Dipojokkan Dollar AS

14
138
Keterangan: Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo

Jakarta, NAWACITA- Mata uang Rupiah terus mengalami pelemahan nilai tukar. Pada minggu lalu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sangat tinggi menyentuh level Rp13.794/USD pada  9 Maret 2018.

Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan faktor eksternal bukan dari internal. Dari sisi fundamental, BI menilai inflasi, neraca pembayaran, dan pertumbuhan ekonomi kuartal IV dalam kondisi baik.

Demikian yang dikatakan Gubernur BI Agus Martowardojo saat menanggapi pernyataan dari lembaga rating Standard and Poor’s (S&P) yang memprediksi Rupiah bakal melemah ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Kalau saya apabila ada institusi yang kemudian mengatakan Rupiah akan mencapai berapa itu tentu adalah masing-masing institusi bisa bicara. Kalau BI, BI melihat bahwa memang di tahun 2018, khususnya sejak Februari sampai Maret cukup ada tekanan terhadap Rupiah dan itu lebih banyak adalah daripada eksternal,” ujar Agus saat ditemui di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin (13/3/2018).

Menurutnya, ada dua faktor eksternal yang mempengaruhi nilai tukar Rupiah. Pertama adalah rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) yang memberikan kesan bahwa ekonomi AS segera pulih dan ada kemungkinan Fed Fund Rate dinaikkan lebih dari tiga kali di tahun ini.

Kedua, presiden Trump mengeluarkan aturan terkait dengan bea masuk untuk baja dan aluminium yang membuat mata uang dolar AS positif dan kuat sehingga mata uang lain tertekan. Dia melihat bahwa kondisi itu secara year to date Rupiah akan terdepresiasi sekitar 1,5 persen. Dan kondisi dari dua hari terakhir ini, katanya, penguatan dolar AS ternyata tidak terus berlangsung.

“Yang ingin kami sampaikan, dinamika eksternal yang berdampak ke nagara-negara di dunia termasuk di Indonesia. Untuk Indonesia tidak dapat dielakkan. Kita bagian daripada sistem ekonomi dunia jadi pengaruh dari kondisi di eskternal bisa berpengaruh ke Indonesia,” jelas Agus.

 

 

(Red: Hulu, sumber WE)

Comments are closed.