Bamsoet: Jumlah Wirausaha Muda Indonesia Miris 3 Persen

0
206
Keterangan: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Menghadiri Rampinas HIPMI

 

Tangerang, NAWACITA- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo menyoroti pemuda Indonesia yang berkecimpung dalam dunia usaha. Menurutnya, Pemuda Indonesia semakin minim untuk menjadi wirausaha.

Dalam sambutanya di Rapimnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bambang mengarahkan HIPMI bisa mewadahi kaum muda untuk menjadi seorang entrepreneur. Hipmi yang dinilai memiliki SDM kreatif, inovatif dan berintelektualitas tinggi dalam menumbuhkan semangat dan kemampuan wirausaha masyarakat.

“Undang-Undang tentang Kewirausahaan Nasional harus diterbitkan untuk mendorong pemuda berwirausaha. Dengan UU ini, diharapkan pertumbuhan dan perkembagan wirausaha akan semakin cepat dan mampu menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi,” jelas politisi yang akrab disapa Bamsoet itu saat pembukaan Rakernas HIPMI di Tangerang, Rabu (07/3).

Jumlah wirausaha muda menurut Bamsoet telah mengalami penurunan yang hanya berkisar 3 persen. Bamsoet menekankan HIPMI harus menjadi organisasi yang mampu menciptakan pengusaha-pengusaha muda tangguh yang dapat mensejahterakan rakyat.

Semua pihak harus mengoptimalkan fungsi kewirausahaan sebagai gerakan ekonomi rakyat. Bila kordinasi ini berjalan secara merata, bisa meningkatkan rasio wirausaha Indonesia yang saat ini persentasenya masih sangat rendah.

“Secara persentase, jumlah wirausaha di negara kita hanya sekitar 3 persen. Kalah dari negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah di atas 4 persen,” paparnya.

Bamsoet menyebutkan beberapa persoalan yang menyebabkan rendahnya angka wirausaha. Faktor tersebut adalah pola pikir masyarakat untuk lebih mencari pekerjaan, rendahnya kapasitas SDM pelaku wirausaha, regulasi yang belum mampu mengatasi persoalan sehingga menghambat perkembangan dunia wirausaha serta kendala dalam mengakses modal.

“Permasalahan ini merupakan PR kita besama. Pihak pemerintah dan masyarakat, terutama pengusaha perlu duduk bersama untuk mencari solusi bagi permasalahan yang ada,” ajak dia.

 

(Red: Ask, sumber TS)