Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara Digelar 1-17 Agustus 2017

2
230
Kepala Staf Presiden Teten Masduki didampingi Menkes Nila F. Moeloek saat menerima panitia Negara (Kemensetneg), dan Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar, di kantor KSP, Jakarta, Senin (3/7) kemarin / Foto: Ist

Nawacitapost.com – Menyambut perayaan 72 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), dan Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara mulai1-17 Agustus 2017.

“Kegiatan ini sekaligus untuk mengajak masyarakat kembali mengonsumsi ikan yang membuat tubuh sehat, kuat, dan cerdas.  Tak tanggung-tanggung, hadiahnya berupa kesempatan langsung memasak ikan untuk Presiden Jokowi para peringatan HUT Kemerdekaan, 17 Agustus 2017,” kata Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, saat menerima perwakilan dari masing-masing instansi terkait lomba tersebut, di kantornya, Jakarta, Senin (3/7).

Ditegaskan Teten, acara yang diselenggarakan bersama dengan Femina Group ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat meningkatkan konsumsi protein dari ikan, yang merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas.

“Kenapa ikan? Karena kita ingin memperbaiki gizi masyarakat, dan ikan merupakan sumber protein yang kaya serta mudah didapat,” kata Teten sebagaimana dikutip situp KSP, Senin (3/7).

Pemerintah, lanjut Kepala Staf Presiden itu, menargetkan konsumsi makan ikan masyarakat Indoensia menjadi rata-rata 54 kilogram per kapita per tahun pada 2019. Saat ini, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan masih terbilang rendah. “Rata-rata, tingkat konsumsi ikan di Indonesia baru mencapai 41 kilogram (kg) per kapita per tahun,” ujarnya.

Meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di 37-38 kg per kapita per tahun, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (70 kg per kapita per tahun) dan Singapura (80 kg per kapita per tahun), bahkan kalah telak dengan Jepang (mendekati 100 kg per kapita per tahun). “Padahal 70 persen luas Indonesia adalah air, yang di dalamnya banyak terdapat ikan asli nusantara,” kata Teten.

Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek yang hadir dalam kesempatan itu mengemukakan, bahwa kita menghadapi tingginya angka stunting. Apalagi di kawasan timur Indonesia, disparitasnya tinggi sekali.

Stunting, jelas Menkes, merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki tinggi dan berat badan tak seimbang, apalagi jika dibandingkan anak-anak normal seusianya.

Saat ini, angka stunting di Indonesia turun menjadi  27,5 persen namun standar WHO harusnya bisa di bawah angka 20 persen. “Kami sangat bersyukur Presiden memperhatikan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, dengan memberikan makanan tambahan pada setiap kunjungan kerja ke daerah,” kata Menteri Nila. (rian)

 

 

Comments are closed.