Telepon Presiden Turki, Jokowi Jajaki Kemungkinan Indonesia Bisa Bantu Atasi Krisis Qatar

1
116
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai pembagian sembako di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/6). (Foto: Ist).

Nawacitapost.com – Usai melakukan pembagian sembilan bahan pokok (sembako) di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/6), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi di Timur Tengah saat ini.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa hingga sampai saat ini telah menghubungi lewat telepon Presiden Turki Erdogan. Selain itu, Presiden Jokowi juga telah menghubungi Emir Qatar Syekh Tamir dan juga Syekh Muhammed dari Uni Emirat Arab.

“Saya sudah hubungi Presiden Turki Erdogan. Saya sudah telepon, bicara banyak. Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar Syekh Tamir, sudah telepon, bicara banyak juga. Kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Syekh Muhammed dari Uni Emirat Arab, bicara banyak,” jelas Presiden.

Untuk sementara ini, Presiden Jokowi menyampaikan ingin mendapat masukan-masukan terlebih dahulu persoalan dasarnya apa sehingga nanti dapat mengetahui Indonesia bisa berperan di sebelah mana.

“Jadi sementara ini saya belum bisa berbicara di sebelah mana kita akan berperan. Tetapi ini saya akan terus bertelpon dengan negara-negara yang berkaitan dengan gesekan yang terjadi di Timur Tengah, terutama antara Saudi Arabia dengan Qatar,” tutur Presiden.

Saat ditanya apakah Indonesia bisa jadi mediator, Presiden sampaikan bahwa ini baru dihubungi untuk mendapatkan masukan problem-problem sebenarnya apa. “Kemudian pendekatan yang bisa kita lakukan lewat mana nanti bisa kita dapat simpulkan setelah masukan itu dari semua sisi ada,” pungkas Presiden.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi menekankan pentingnya agar negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan. Menlu mengharapkan negara negara yang secara langsung terlibat dalam situasi ini, mengedepankan dialog dan rekonsiliasi  untuk menyelesaikan masalah.

“Indonesia siap berkontribusi untuk itu,” kata Retno pada waktu itu. (rian)

Comments are closed.