Kemenkes Siapkan Petugas Kesehatan Haji Bekerja 24 Jam

1
259
Foto: Ist

Nawacitapost.com – Tim Promotif dan Preventif (TPP) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) tahun ini mendapat pelatihan dan workshop yang sangat dinamis. Peserta berpindah setiap saat dari satu tim ke tim lainya. Hal ini dilakukan untuk menguji kesiapan petugas dan strategi yang tepat untuk menghadapi operasional pelayanan kesehatan yang terus berubah setiap saat di lapangan.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc Atas kesiapan dan kinerja tim ini, Kementerian Kesehatan Pemerintah Arab Saudi tahun lalu memberi penghargaan kepada Tim Promotif dan Preventif Indonesia.

‘Sebab itu, tahun ini kinerja semua anggota tim harus lebih baik, siap bekerja 24 Jam dimana saja, khususnya Tim Promotif dan Proventif yang pernah mendapat penghargaan’, harap Kapus haji.

Dalam rangka menghadapi kemungkinan terjadi perubahan operasional yang dinamis dan cepat di lapangan, peserta selain mengikuti pelatihan kompetensi selama 5 hari tanggal 29 Mei sd 2 Juni, juga harus mengikuti workshop selama 3 hari tanggal 3-5 Juni 2017 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto.

Selain itu, guna menguatkan dinamisasi dan kesiapan mengikuti perubahan, peserta PPIH bidang Kesehatan akan mendapat pelatihan integrasi dengan tim Kementerian Agama, rencananya akan dimulai tanggal 13 Juni 2017 selama 10 hari di Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta.

Berdasarkan catatan kesehatan kesehatan haji tahun 2016, sebagian besar kematian terjadi pasca Armina, setelah melakukan wukuf di Arofah, terjadi di pemondokan.

Guna mengurangi kematian jemaah haji, petugas kesehatan kesehatan haji harus mengingatkan tidak melakukan ibadah, tawaf, umroh berkali kali kalau kondisi kesehatan tidak mendukung. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan dan kemungkinan jatuh sakit yang tidak diinginkan. (jar)
 

Comments are closed.