Nawacitapost.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kembali raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keempat kalinya.

Penyerahan opini WTP tersebut disampaikan oleh Anggota I BPK, Agung Firman Sampurna kepada Mekumham Yasonna H Laoly di Graha Pengayoman Kemenkumham, Kuningan, Jakarta, Rabu (31/5).

“Posisi keuangan Kemenkumham dan realisasi anggaran operasional sesuai dengan standar akuntansi pemerintah, dengan demikian opini untuk Kemenkumham adalah Wajar Tanpa Pengecualian,” ujar Agung saat memberikan sambutan.

Agung mengapresiasi kinerja jajaran kementerian yang dipimpin Yassona tersebut. Ia menilai, Kemenkumham betu-betul mengupayakan untuk mewujudkan laporan keuangan yang akuntabel dan transparan.

“Jadi mereka itu nggak turun dari langit. Tapi ada upaya yang luar biasa, mengerahkan 300 akuntan agar opini itu tidak turun (tetap WTP),” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Yasonna mengaku tidak mudah untuk memperoleh opini WTP dari BPK.

Terbukti meski BPK memberikan opini WTP namun ada beberapa kinerja keuangan Kemenkumhan yang dinilai masih kurang maksimal, seperti kelemahan pada sitem pengendalian internal, penyusunan laporan keuangan yang belum tertib, juga kepatuhan pada perundang-undangan belum sepenuhnya dipatuhi.

“Kemenkumham menyadari masih ditemukan permasalahan oleh BPK. Antara lain, satuan kerja belum sepenuhnya paham laporan keuangan berbasis aktual berdasar data E-Rekon-LK, kebijakan akuntansi atas transaksi khas atau spesifik pada Kemenkumham masih dalam proses penyusunan sehingga beberapa penggunaan akun belanja menjadi sedikit kurang tepat,” papar dia.

Meski begitu, Yasonna menegaskan, kementeriannya telah menyiapkan sejumlah tahapan untuk memperbaiki kinerja kedepannya.

Sejak Januari hingga Mei 2017, tambah Yasonna, BPK melakukan pengujian akuntabilitas melalui pemeriksaan terhadap laporan keuangan Kemenkumham Tahun Anggaran 2016. (rus/rmol)

Baca juga :  Pemkab Serang Susun Perubahan Delapan Area Pencegahan Korupsi

Comments are closed.