Yasonna Mengakui Pemindahan Ahok ke Mako Brimob Atas inisiatifnya

0
153
Menkumham Yasonna H. Laoly (Foto: Net)

Nawacitapost.com – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan alasan pemindahan terdakwa penista agama Basuki T Purnama (Ahok) dari rumah tahanan (rutan) Cipinang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok karena adanya ancaman pembunuhan.

“Sulit menjamin keamanan karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh,” ujar Yasonna kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Selain soal adanya ancaman pembunuhan, alasan lain pemindahan Ahok ke Mako Brimob dikarenakan  kondisi rutan Cipinang sudah sangat padat.

“Saya ditelpon Kakanwil Kemenkumham Provinsi DKI, bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni,” kata Yasonna.

Yasonna pun membantah isu pemindahan mantan gubernur DKI Jakarta itu agar keluarga Ahok bisa menginap di rutan.

“Sama sekali tidak benar ada keluarga yang ingin atau dizinkan menginap di rutan,” kata Yasonna.

Yasonna justru mengamini jika pemindahan Ahok karena adanya gelombang aksi di depan rutan yang memberi dukungan ke Ahok.  Jalan di depan rutan Cipinang adalah jalan arteri yang dikhawatirkan akan membuat macet parah dan mengganggu pengguna jalan akibat gelombang masyarakat yang bersimpati pada Ahok akan memadati jalan raya.

Untuk itulah kemudian Yasonna mengakui jika ia yang memberi saran agar Ahok dipindah.

“Saya koordinasi dengan Pak Kapolri, beliau sependapat dan dapat ditempatkan di Mako Brimob,” ujar Yasonna. (hadi)