Nelayan Diajak Sadar Bahaya Kanker dengan Pemeriksaan Deteksi Dini

55
128
Menteri Susi dalam sambutannya pada acara bakti sosial bertema “Mewujudkan Hidup Sehat Masyarakat Nelayan”, di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Minggu, (7/5). Foto (Humas KKP/Rere)

Nawacitapost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), menyelenggarakan bakti sosial bertema “Mewujudkan Hidup Sehat Masyarakat Nelayan”, di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Minggu, (7/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir pantai akan pentingnya pola hidup sehat, untuk mencegah dan melawan kanker.

Bakti sosial ini dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua Umum YKI Aru Wisaksono, Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, jajaran dokter dan masyarakat peduli kanker di Indonesia, serta tentunya masyarakat nelayan Kali Adem, Muara Angke.

Kegiatan utama pada bakti sosial ini adalah pemeriksaan deteksi dini untuk kanker serviks bagi wanita, kanker paru-paru bagi pria, serta kanker nasofaring dan retinoblastoma bagi anak-anak nelayan sekitar. Masyarakat nelayan yang tidak berkesempatan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker tersebut akan diberi voucher pemeriksaan gratis di klinik terdekat.

“Kepedulian akan kesehatan sudah saatnya ditingkatkan oleh masyarakat semua. Kita yang mampu, kita yang bisa, kita yang mengerti, dan kita yang mengetahui dan punya kapasitas, semestinya harus rajin dan mau untuk menggiring masyarakat lainnya, yang berada di posisi tidak punya kemampuan, tidak punya pengetahuan dan tidak punya kapasitas untuk melakukan upaya kesehatan, supaya mereka juga bisa hidup sehat,” ungkap Menteri Susi dalam pidatonya pada kegiatan tersebut.

Menurut Menteri Susi, kesehatan semua elemen masyarakat, mulai dari balita, anak-anak, usia dewasa, hingga usia lanjut, akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa Indonesia ke depannya. “Kalau kita jaga kesehatannya, terutama anak-anak, akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang sehat, dan diberi pendidikan, tentunya akan bisa menjadi manusia-manusia Indonesia yang kuat,” tutur Menteri Susi.

Menteri Susi berpendapat, kanker adalah jenis penyakit tidak menular, tetapi sangat berbahaya karena bisa menggerogoti atau menurunkan stamina, kesehatan, dan kapasitas seorang manusia. Ia juga berpendapat, untuk membangun Indonesia yang hebat, harus dimulai dengan pembangunan manusia—manusia dengan stamina dan badan yang sehat. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

“Stamina dan badan yang sehat tentunya (hasil) dari kesehatan yang terjaga. Dan ini (dapat dipenuhi) dari konsumsi-konsumsi makanan yang tinggi protein, banyak mineralnya, dan banyak vitaminnya. Misalnya dengan makan ikan. Kita Indonesia kaya ikan yang sumber protein, vitamin, dan mineralnya tinggi. Untuk itu, pemerintah komitmen untuk menyehatkan bangsa Indonesia dengan apa yang ada di laut kita,” jelas Menteri Susi.

Sebagai informasi, kanker merupakan penyakit dengan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, yaitu 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang (Risdeskas). Kematian akibat kanker di Indonesia menduduki peringkat ketujuh, dengan prosentase 5,7% dari seluruh penyebab kematian (Riskesdes). Kanker juga merupakan penyebab kematian ketiga penyakit tidak menular, setelah stroke dan penyakit jantung di Indonesia, dengan prosentase 7,7% (Sistem Informasi RS, 2010). (hadi)

Comments are closed.