Menkumham Yasonna H. Laoly / Foto: Istimewa

Nawacitapost.com – Menteri Hukum dan Hak Asazi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly meninjau Rumah Tahanan Kelas IIB Sialang Bungkuk di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, yang 442 tahanannya kabur pasca kerusuhan, Jumat (5/5/2017) kemarin.

Yasonna tiba di lapas hari Minggu (7/5/2017), sekitar pukul 10.00 WIB. Yasonna didampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Riau, Ferdinand Siagian.

Setelah menyapa wartawan, Yasonna bersama rombongan langsung masuk ke dalam lapas. Di dalam Rutan saat ini dijaga personel TNI saja. Kehadiran Polri di dalam Rutan belum bisa diterima penghuni yang ada di sana.

TNI masuk ke dalam tanpa membawa senjata dan berhasil meredam amarah penghuni Rutan.

“Alhamdulilah, dengan pendekatan persuasif pasca kaburnya tahanan dan napi, membuah hasil. Sesama penghuni rutan sudah melakukan upaya damai,” kata Komandan Kodim 0301 Pekanbaru, Letkol Inf Tunjung Setyabudi kepada wartawan di Rutan Klas II B di Jl. Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayaran Raya, Pekanbaru, Minggu (7/5/2017).

Tunjung menjelaskan, saat ini ada sekitar 80 personel dari Kodim Pekanbaru dan Batalyon Arhanudse 13. Mereka masuk dalam Rutan tanpa membawa senjata apapun.

“Pihak rutan meminta bantuan ke TNI sejak kerusuhan terjadi. Saat kejadian di dalam terjadi kemarahan terhadap petugas Rutan dan kepolisian yang ada di dalam,” kata Tunjung.

Sebelumnya dikabarkan, Kementerian Hukum dan HAM berencana untuk mengganti seluruh petugas dan pejabat di Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk pasca kaburnya ratusan tahanan.

“Saya pastikan (petugas) diperiksa dan diganti,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM, I Wayan Kusmiantha Dusak, di Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Sabtu (6/5/2017) kemarin.

Pergantian petugas di Rutan Sialang Bungkuk menjadi salah satu tuntutan  para tahanan dalam mediasi yang melibatkan jajaran Polda Riau dan TNI. Selain petugas, para tamping atau sesama tahanan yang dipercaya petugas rutan untuk mengawasi tahanan juga akan diganti dan dipindahkan.

Baca juga :  Pjs. Walikota Hadir sebagai Pembicara pada Webinar Katadata Regional Summit 2020

Selain itu, para tahanan juga menuntut diakhirinya praktek pungutan liar yang dilakukan oleh oknum petugas Rutan Klas IIB Pekanbaru. Selama ini, tahanan dikabarkan harus membayar untuk mendapat jatah makan dan minum.

Apa yang selama ini dipendam para tahanan mencapai puncaknya dan meledak ketika dua sipir Sialang Bungkuk bernama Wira selaku Kepala Komandan Jaga dan Taufik selaku Kepala PAM Rutan disebut memukul salah satu tahanan di Blok C yang berisi 100 tahanan, sehingga membuat tahanan lainnya marah. Ratusan tahanan mengamuk dan memukul balik keduanya.

Taufik berhasil lolos dari kerumunan tahanan, sementara Wira disandera tahanan selama beberapa jam hingga akhirnya dilepaskan, setelah terjadi negosiasi yang difasilitasi oleh Wakil Kepala Polda Riau Brigjen Ermi Widiatmo, Dandim Pekanbaru, Pejabat Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger, dan pejabat terkait lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau Ferdinan Siagian tak menampik adanya pemukulan oleh kedua petinggi rutan tersebut.

“Memang ada pemukulan. Ini nanti dibahas pada rapat koordinasi yang dilakukan besok,” kata Ferdinan. (hadi/SNC)